Breaking News
Loading...

illustrasi, haji
Syiahindonesia.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Nayef, membantah menghalang-halangi jamaah haji asal Iran. Hal ini ditegaskan menyusul pernyataan media dan pemimpin spiritual Syiah Iran menjelang pelaksanaan musim Haji 1437 H.

“Kerajaan memberi kemudahan-kemudahan bagi jamaah haji asal Iran sebagaimana jamah haji asal negara lain,” tegas Nayef dalam pidato di apel pasukan khusus jamaah haji pada Senin (05/09).

Akan tetapi, Nayef menegaskan, tahun ini pihak Iran menuntut dibolehkannya upacara-upacara yang menyelisihi maksud dari ibadah haji. Mereka juga meminta hal-hal yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan jamaah haji lainnya. Selain itu, mereka memiliki waktu-waktu dan tempat yang paling utama sendiri selama pelaksanaan musim haji, yang menyelisihi pelaksanaan haji pada umumnya.

Dia melanjutkan, Kerjaan tidak mentolerir ritual-ritual yang bertentangan dengan syiar-syiar haji, mengancam keamanan dan membahayakan keselamatan jamaah haji lainnya, baik itu dilakukan jamaah haji asal Iran atau negara lain. Bagi jamaah yang melakukan hal itu akan ditindak tegas.

“Pihak Iran sendiri yang tidak ingin warganya berangkat haji karena Iran berupaya mempolitisir pelaksanaan haji dan mengubahnya menyelisihi slogan Islam serta mengganggu keamanan pelaksanaan haji,” ujar Nayef.

Nayef menegaskan bahwa Kerjaan sengat ingin memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji. Saudi berharap para jamaah haji berprasangka baik kepada Kerjaan sehingga tidak merusak keutamaan ibadah haji.

Pernyataan Nayef ini ditegaskan setelah para pejabat dan pemimpin spiritual Syiah Iran mengeluarkan pernyataan menyerang pemerintah Saudi terkait pelayanan jamaah haji. Bahkan, pemimpin tertinggi Syiah Ayatullah Khemenei turut menyerang.

Dalam pernyataannya yang dilansir media, Khemenei mengajak pengikutnya melawan pelayanan haji oleh pemerintah Saudi. Dia mengajak simpatisannya melakukan revolusi dan mengudeta pelayanan haji yang selama ini dipegang Kerjaan Saudi. (kiblat)

0 comments: