Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Sejak Mei 2015 hingga April 2016, 39 warga sipil Yaman tewas akibat ranjauu darat yang ditebar milisi Syiah Hutsi. Bulan lalu, 11 warga sipil termasuk 7 anak juga tewas akibat senjata itu.

illustrasi

Dalam hal ini, Human Right Watch (HRW) mengkritik keras penggunaan ranjau darat ini karena telah memakan banyak korban sipil. “Pihak yang bertikai di Yaman harus segera menghentikan operasi menanam ranjau yang mereka miliki untuk memastikan para keluarga dapat pulang dengan aman,” kata Direktur HRW, Steve Goose pada Jum’at (09/09).

HRW melaporkan telah mewawancarai 14 warga Taiz korban serangan ranjau darat yang didampingi ahli medis di wilayah tersebut.Menurut petugas medis di Taiz, milisi Syiah Hutsi bersama pasukan Ali Abdullah Saleh telah menyebabkan puluhan warga sipil menjadi korban ranjau darat sejak bulan Maret lalu.

Selain itu, mereka juga telah melakukan pengepungan di sebuah kota dengan menghentikan pasokan air, makanan dan obat-obatan. Bahkan, warga sipil yang ingin mengirim bantuan kemanusiaan untuk Taiz terpaksa harus melintasi rute pegunungan yang berbahaya. (kiblat)

0 comments: