Breaking News
Loading...

Syaihindonesia.com - Kita masih akan mengkaji keyakinan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah terhadap kitab suci Al-Qur’an, dengan merujuk kepada karya-karya induk para ulama besar Syiah.

Ash-Shaffar dan Kedudukannya di Kalangan Syiah

Salah satu ulama besar Syiah lainnya pada abad 3 Hijriyah adalah Abu Ja’far Muhammad bin Hasan bin Farukh Ash-Shaffar Al-Qumi (meninggal tahun 290 H).

Kedudukannya yang sangat tinggi dan terpercaya di kalangan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah telah ditegaskan oleh para ulama senior Syiah.

Ulama besar Syiah, An-Najasyi, memuji Ash-Shaffar dengan mengatakan, “Ia adalah seorang tokoh di kalangan sahabat-sahabat kami (yaitu ulama-ulama Syiah, pent) di wilayah Qum. Ia adalah seorang yang tsiqah, agung kedudukannya, pendapat-pendapatnya sangat kuat, dan sedikit sekali kekeliruannya dalam meriwayatkan. Ia memiliki beberapa karya, di antaranya kitab Bashair Ad-Darajat. Ia meninggal pada tahun 290 H.” (Rijalun Najasyi, hlm. 251 dan Al-Kuna wa Al-Alqab, 2/379)

Ulama besar Syiah, Al-Khawansari, memuji Al-Ayasyi dengan mengatakan, “Ia adalah penduduk belahan timur (dunia Islam) yang paling banyak ilmunya, keutamaannya, adabnya, pemahamannya, dan kecerdasannya pada zamannya. Ia mengarang lebih dari 200 karya.” (Raudhat al-Jannat, 6/130)

Ulama Syiah, Agha Bazrak at-Teherani, memuji Ash-Shaffar dengan menulis, “Ia adalah salah seorang murid dari Hasan Al-Askari (imam ke-11 di kalangan Syiah, pent).” (Adz-Dzari’ah ila Tashaniifi Asy-Syiah, 3/125)

Itulah kedudukan ulama besar Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah yang bernama Muhammad bin Hasan Ash-Shaffar dan kitab-kitab karyanya. (kiblat)

0 comments: