Breaking News
Loading...

Rezim Asad langgar gencatan senjata di Qudsayya dan menangkap banyak warga sipil.
Syiahindonesia.com - Pasukan rezim Asad pada Selasa (16/8/2016) malam melakukan kampanye besar-besaran di pos pemeriksaan Qudsayya di pedesaan Damaskus dan menangkap banyak warga sipil.

Hal ini membuat pejuang oposisi menyerbu pos pemeriksaan tersebut dan berhasil menguasainya untuk memutus jalan yang mengarah ke pedesaan Qudsayya dan mengepung para tentara di pos pemeriksaan di salah satu gedung mereka, koresponden Orient News, Muhammad Abdul Rahman, melaporkan.

Dia juga menambahkan bahwa semua itu dimulai ketika pasukan rezim Asad di pos pemeriksaan menyerang dan melecehkan warga sipil dan hal tersebut mengakibatkan pertempuran antara pejuang oposisi dan pasukan rezim Asad.

Komite Konsiliasi turun tangan dan kemudian membuat kesepakatan yang menyebabkan pejuang oposisi melepaskan pengepungannya dengan imbalan jenazah Iyad al-Bushi yang dibunuh oleh pasukan rezim Asad.

Koresponden di Damaskus mendokumentasikan pembunuhan empat warga sipil di Damaskus dan sekitarnya.

Pertempuran juga pecah antara ‘Brigade Perisai Qalamoun’ dan tentara rezim Asad di dalam kota Taffeta di Qalamoun barat. Tidak ada korban yang dilaporkan. (ameera/arrahmah.com)

0 comments: