Breaking News
Loading...

foto by: voa-islam
Syiahindonesia.com - Berkas kasus WN Iran yang memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Pekanbaru, Riau sudah lengkap atau P21. WN Iran tersebut bernama Behzad Sheydaei yang diduga berpaham Syiah.

"Berkasnya sudah lengkap (P21)," kata Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Surawan kepada wartawan di Pekanbaru, Senin pekan lalu seperti dikutip Radar Pekanbaru.

Meskipun berkas telah rampung, Surawan mengatakan masih belum menyerahkan ke Kejaksaan dan masih menunggu petunjuk jaksa.

Hal itu dilakukan karena selain terjerat kasus kepemilikan kartu identitas palsu, ada perkara lainnya yang saat ini ditangani Polresta Pekanbaru.

"Kita masih menunggu petunjuk jaksa. Ada LP lainnya di Polresta, jaksa menunggu itu," lanjutnya.

Behzad Sheydaei merupakan imigran asal Iran yang memiliki KTP dengan nama Benham. KTP tersebut dikeluarkan di Pekanbaru pada 2013 lalu dengan alamat Jalan Aur Kuning, Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya.

Ia diduga memiliki KTP tersebut untuk mengajukan pinjaman. Dalam menangani perkara tersebut, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Diantara saksi yang telah diperiksa adalah RT dan RW tempat KTP itu dikeluarkan. 

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa Behzad Sheydaei alias Behnam memegang paspor bernomor K30803398 yang diterbitkan pada tanggal 7 September tahun 2014 dengan kewarganegaraan Iran.

Seperti dikutip Tribunnews, berikut rekam jejak Behzad alias Behnam di Indonesia.

* Behzad Sheydaei alias Behnam masuk ke Indonesia pada 2011 melalui Pontianak, Kalbar. Pria Iran itu ditangkap imigrasi setempat karena masuk secara ilegal. Sempat ditahan di Pontianak, Behnam kemudian dibawa ke Pekanbaru.

* Sejak 17 Februari 2014, keberadaan Behnam tidak diketahui lagi atau diduga kabur dari Rudenim Pekanbaru.

* Belakangan terungkap Behnam memiliki KTP Pekanbaru yang diterbitkan 25 Oktober 2013, dengan alamat Jl Aur Kuning, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Diduga KTP itu aspal, asli tapi palsu.

* Di saat bersamaan, pria ini memegang paspor bernomor K30803398 yang diterbitkan pada tanggal 7 September tahun 2014 dengan kewarganegaraan Iran. Diduga paspor ini dibuat Behnam setelah ia berhasil keluar dari Indonesia dan pulang ke Iran.

* Setahun belakangan, ia membuka kafe Parsian di Jl Tengku Zainal Abidin, Pekanbaru.

Behzad Sheydaei alias Behnam, diduga membohongi aparatur pemerintahan setempat saat hendak meminta izin membuka kafe di ruko yang berada di wilayah Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Ia tak datang langsung mengurus izin, tapi melalui seorang perempuan lokal. Ketika itu, sang perempuan menyebut Behnam berasal dari Turki.

"Katanya dia dari Turki, dibilang mau buka kafe masakan Timur Tengah, namanya Parsian. Perempuan itu entah pacarnya atau bagaimana, awalnya kami tidak tahu," jelas istri aparatur pemerintahan setempat kepada Tribun.

Sempat terjadi keributan internal keluarga di kafe tersebut. Dari sinilah kemudian aparat setempat baru mengetahui kalau Behnam berasal dari Iran.

"Dari sanalah kami minta bukti paspornya, kemudian saya fotokopi. Dia ngakunya bukan imigran, tapi resmi punya paspor," lanjutnya.

Berdasar inilah kemudian ia meminta si perempuan pasangan Behnam untuk memperlihatkan Kartu Keluarga (KK). Tak ada nama Behnam di KK yang diserahkan perempuan tersebut. Belakangan ia mengetahui dari pemberitaan media massa Behnam diduga memiliki KTP Pekanbaru. (Dbs/Syaf/voa-islam.com)

0 comments: