Breaking News
Loading...

Milisi ‘Shabiha’ pendukung rezim Assad menembakkan senjatanya ke udara untuk merayakan kudeta  pemerintahan Erdogan
Syiahindonesia.com - Para pendukung Basyar al-Assad di Damaskus sempat ikut merayakan pada hari Sabtu pagi setelah tentara kudeta Turki mengklaim telah merebut kekuasaan dari pemerintahan sah partai AKP dan presiden Erdogan.

Sumber media pro oposisi Suriah, Orient-news, melaporkan bahwa perayaan pada kudeta ilegal di Turki yang kemudian gagal ini, telah memakan korban tewas warga sipil oleh tembakan milisi Alawite dan Syabihah.

Para milisi bayaran Syabihah dan Nushairiyah berkonvoi serta memuntahkan peluru sebagai perayaan kegembiraan “kemenangan Assad atas Erdogan”, termasuk ungkapan suka cita di media sosial.

Namun peluru nyasar yang ditembakkan milisi pro Assad telah membunuh seorang warga sipil dan melukai 4 orang lainnya di Damaskus. Milisi juga dilaporkan meledakkan granat.

Kegembiraan ini datang tak lama setelah sekelompok militer Turki mendeklarasikan kudeta, atau pengambilalihan kekuasaan atas pemerintahan sah pilihan rakyat Turki.

Kegembiraan serupa juga ditemui pada para pendukung Assad di Indonesia, terutama dari akun-akun para penganut Syi’ah.

Ratusan loyalis Assad bersorak sorai turun ke jalanan di Damaskus jelang dini hari dan meletuskan tembakan perayaan di beberapa distrik di ibukota Suriah yang dikuasai rezim Assad, lapor Reuters dikutip Risalah TV.

Mereka melakukan konvoi mobil di kawasan Mazzeh, mengibarkan bendera rezim dan meneriakkan slogan: “Tuhan, Suriah dan Basyar!”

Perayaan serupa juga sempat berlangsung pada beberapa provinsi lain di daerah-daerah yang dikuasai rezim Assad. Mereka berkeyakinan jatuhnya Erdogan “akan menjadi masa depan cerah bagi Suriah”.

“Jatuhnya Erdogan adalah tanda bagi akhir dari krisis di Suriah, mengingat ia merupakan salah satu yang bertanggung jawab atas krisis (Suriah)”, ujar seorang loyalis Assad menyalahkan Erdogan, di sekitar provinsi Aleppo.

Menurut para pendukung Assad, Erdogan akan memperoleh konsekuensi tindakannya. Di beberapa distrik dekat Damaskus, perayaan kabar kudeta Turki bahkan lebih semarak daripada saat Basyar al-Assad memenangkan pemilu kontroversial pada 2014.

Sayangnya hal ini tak berlangsung lama, kudeta oleh sebagian kecil unit militer Turki dinyatakan gagal. Selain tidak mendapat dukungan militer secara luas, aksi ilegal terhadap pemerintahan sah tersebut mendapat perlawanan dari rakyat Turki. (antiliberalnews)

0 comments: