Breaking News
Loading...

illustrasi: milisi syiah houthi tewas
Syaihindonesia.com - Seorang pemimpin pemberontak Syiah Houthi tewas dalam petempuran pada hari Jumat (22/07/2016), sumber Al Arabiya News Channel melaporkan.

Kematian pemimpin Mohammad Daoudi terjadi setelah Perdana Menteri Yaman mengatakan pada hari Jumat di Kuwait – tempat pembicaraan damai sedang diadakan – bahwa situasi politik dan militer di negara itu akan berubah dalam beberapa hari mendatang.

Ahmed Obeid bin Daghr menyatakan bahwa perubahan akan terjadi bersama dengan 15-hari pemberitahuan yang dibuat oleh Kuwait, di mana pembicaraan damai yang disponsori PBB diadakan.

Perdana menteri tidak mengungkapkan rincian perubahan lebih lanjut, namun menekankan bahwa semua pihak yang terlibat bertujuan mempertahankan Yaman dan melindungi negara.

Kuwait telah mengeluarkan ultimatum kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan dalam waktu 15 hari atau meninggalkan negara Teluk.

Tiga bulan perundingan yang ditengahi PBB di Kuwait telah gagal membuat kemajuan antara pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan pemerintah yang didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, kedua pihak memegang teguh posisi mereka.

“Kami telah memberikan 15 hari bagi kedua pihak di Yaman yang mengambil bagian dalam pembicaraan untuk menyelesaikan semua masalah,” wakil menteri luar negeri Kuwait Khaled al-Jarallah mengatakan kepada Al Arabiya News Channel Rabu malam.

“Jika masalah tidak diselesaikan dalam 15 hari, kami telah cukup menjadi tuan rumah mereka dan akibatnya saudara-saudara kita tersebut harus memaafkan jika kami tidak dapat melanjutkan menjadi tuan rumah pembicaraan,” Jarallah mengatakan di Brussels.

Pembicaraan dilanjutkan di Kuwait, Sabtu.

Utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan pada Sabtu bahwa perundingan akan berlangsung selama dua minggu dan memperingatkan bahwa itu mungkin menjadi kesempatan terakhir Yaman untuk perdamaian. (jurnalislam)

0 comments: