Breaking News
Loading...

milisi syiah iraq di fallujah
Syiahindonesia.com - Sebuah laporan terbaru dari kepala urusan Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra’ad al-Hussein memperingatkan bahwa kemenangan militer Irak di Fallujah menandai kembalinya pertempuran Sunni-Syiah di negara itu. Dari sini, Zeid mendesak pemerintah Irak untuk segera melakukan sesuatu untuk mengendalikan sekutu mereka dari pihak milisi Syiah yang semakin beringas membunuhi warga sipil Arab Sunni.

Dalam perang melawan ISIS di Fallujah, milisi Syiah menangkapi warga sipil Sunni, termasuk anak-anak yang melarikan diri dari kota tersebut. Mereka ditangkap dan diinterogasi dengan penyiksaan.

Dikutip dari Antiwar, Selasa (05/07) sebagaimana laporan dari Zeid, salah satu milisi, Ketaeb Hizbullah, telah menculik setidaknya 900 warga sipil selama serangan Fallujah. Sedikitnya 49 orang dari mereka telah dieksekusi. Hal ini menandai pembersihan warga Sunni terburuk dari perang sektarian di Irak.

Dalam proses pengepungan Fallujah, milisi Syiah tersebut menyatakan tidak akan masuk ke dalam kota usai memenangkan pertempuran. Mereka hanya akan berperang di pinggiran kota. Namun, janji itu tak ditepati. Setelah Fallujah jatuh, milisi Syiah masuk ke dalam kota dan melakukan penjarahan dan pembakaran.

Kamp di sekitar pinggiran Fallujah pun menjadi penuh dengan pengungsi perempuan dan anak-anak. Banyak dari mereka masih bertanya-tanya tentang sanak kerabat yang hilang. Ada laporan juga bahwa sebagian dari mereka kembali ke Fallujah, dan akhirnya ditangkap lalu disiksa sampai mati. Ratusan warga masih belum ditemukan, jumlahnya bisa jadi jauh lebih besar daripada laporan resmi.

Zeid menghimbau agar kejadian di Fallujah ini menjadi pelajaran saat akan menyerang ISIS di Ramadi. Ia mengingatkan jika sampai tidak bisa dikendalikan lagi, korban dari warga sipil dari Sunni Irak akan bertambah lebih besar. (kiblat)

0 comments: