Breaking News
Loading...

Foto by: antiliberalnews
Syaihindonesia.com - Bentrokan antara “sesama pendukung-Assad” pecah pada hari Rabu, melibatkan tembakan artileri berat, mortir dan senapan mesin di wilayah utara Aleppo.

Pertempuran terjadi antara kelompok teroris Hezbollah Lebanon, melawan pasukan loyalis Basyar al-Assad, menyebabkan puluhan tewas dan terluka dari kedua belah pihak.

Koresponden media pro oposisi Orient-news dilansir Risalah.Tv, Khaled Abu al-Majd, melaporkan bahwa bentrokan antara tentara Assad dan teroris Hezbollah ini tepatnya terjadi di daerah Talat al-Mayasat dan al-Bureij, Riff/Pinggiran Aleppo bagian utara.

Abu al-Majd menyatakan bahwa bentrokan intensif itu menyebabkan angka “tewas dalam jumlah besar di kedua kubu”.

Menurut aktivis, penyebab bentrokan berdarah sesama pendukung Assad ini disebabkan oleh gencatan senjata yang diumumkan oleh Rusia selama 2 hari di Aleppo. Dimana para militan dari kelompok teroris Hezbollah menolak gencatan senjata, namun pihak rezim Assad setuju atasnya.

Sementara menurut Sham Network, bentrokan hari Rabu terus berlanjut hingga tengah malam di beberapa titik di bagian utara pinggiran Aleppo.

Bentrokan itu terjadi antara lain di perbukitan Haylan dan al-Madafa, front al-Miasat dan al-Bureij, serta sepanjang jalur jalan (Aleppo – Mayer – Nubl – Zahra – Afrin) yang terputus akibat pertempuran kedua pihak.

Aktivis juga melaporkan bahwa tentara rezim Assad, dalam pertempuran itu memberikan koordinat posisi teroris Hezbollah untuk dibom pesawat Rusia, yang didahului dengan hantaman ke daerah al-Miasat, sehingga menewaskan dan melukai puluhan militan Syi’ah impor itu.

Bentrokan serupa pun dilaporkan pecah antara milisi Syi’ah Irak dan teroris Hezbollah di satu sisi, melawan tentara rezim Assad di sisi lain.

Pertempuran terjadi di kota al-Hader yang mereka kuasai bersama. Suara senapan mesin berat dan mortir terdengar di kota itu.

Sebelumnya Rusia mengumumkan gencatan senjata di Aleppo, yang dimulai hari Kamis ini (16/6) selama 2 hari.

Aktivis pro oposisi melaporkan bahwa di saat-saat terakhir menjelang waktu gencatan 48 jam, pesawat Rusia masih membombardir wilayah pemukiman Aleppo.

Serangan udara juga masih terjadi di jalan Castello, sebagai satu-satunya jalur penghubung ke kota Aleppo timur yang dikontrol pejuang oposisi Suriah. (antiliberalnews)

0 comments: