Breaking News
Loading...

Illustrasi, perlakuan biadab syiah terhadpa ahlus sunnah
Syiahindonesia.com - Milisi Syiah Hashd al-Shaabi dilaporkan kembali melancarkan penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga Sunni di Fallujah.

Menurut laporan Breitbart.com pada Selasa (07/06), milisi Syiah telah menyiksa ratusan warga Sunni, yang menyebabkan tewasnya empat orang dengan kondisi jasad yang “rusak”.

Sheikh Raja al-Issawi (anggota dewan provinsi Anbar) menyatakan bahwa milisi Iraq juga telah menahan 605 warga sipil dan dibawa ke pangkalan militer al-Mazraa, dekat Saqlawiya.

“Puluhan lainnya telah terpisah dari keluarga mereka karena melarikan diri dari daerahnya,” ungkapnya.

Kepada kantor berita BBC, al-Issawi juga menuturkan bahwa milisi Syiah telah menyiksa warga Sunni “dengan siksaan yang berat” sehingga ada bekas memar di tubuh mereka.

“Orang-orang Sunni lokal mengalami penyiksaan berat. Semua berlumuran darah dan diperban, beberapa badan mereka terlihat memar dan ada bekas luka yang dalam,” paparnya.

Seorang perawat lokal membeberkan, sejumlah orang yang tiba di rumah sakit telah menyaksikan adanya eksekusi di lapangan yang dilakukan oleh milisi Syiah.

“Orang-orang tiba di rumah sakit kami mengatakan, mereka menyaksikan eksekusi di lapangan. Milisi Syiah juga mengejek penderitaan mereka dan menghina mereka dengan sebutan ‘sekte kotor’,” paparnya.

“Tampaknya, ratusan warga sipil lainnya telah diambil oleh milisi Syiah untuk diinterogasi dan disiksa di al-Garma,” tambahnya.

Baru-baru ini, media Iran (Rudaw) mengabarkan bahwa sekitar 80 tentara Garda Revolusi Iran telah bergabung dalam operasi di Fallujah untuk mendukung milisi Syiah.

“Beberapa petugas militer Iran telah berpartisipasi dalam operasi di Saqlawiyah bersama milisi Syiah yang dikenal sebagai Hashd al Shaabi,” ujar wartawan Rudaw, Bahman Hassan.

Iran sendiri selalu membantu dan menyediakan sejumlah persenjataan bagi milisi-milisi Syiah di sejumlah negara yang mengalami konflik, sebagaimana yang terjadi di Suriah dan Yaman. (kiblat)

0 comments: