Breaking News
Loading...

Menag Lukman Hakim Saifuddin didampingi Dirjen Bimas Islam Machasin, Direktur Penais Muchtar Ali, dan Kepuslitbang Kehidupan Keagamaan Muharra Marzuki menerima kunjungan Kepala Hubungan Internasional Hauzah Ilmiyah Clom Iran Prof Dr. Muhammad Hasan Zamani di Kantor Kemenag Juni 2016
Syaihindonesia.com - Beberapa hari lalu, Kemenag RI melansir berita kunjungan Kepala Hubungan Internasional Hauzah Ilmiyah Clom – Iran Prof Dr. Muhammad Hasan Zamani dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantornya, Jakarta, Jumat (03/06/2016).

Pertemuan untuk membahas kerjasama itu juga dihadiri beberapa petinggi Iran dalam bidang diplomatik dan keagamaan. Menag tidak tanggung tanggung memuji iran sebagai “berperan penting dalam membangun peradaban dunia” serta berupaya agar dengan kerjasama ini dapat membangun “pandangan yang sama mengenai Islam.” Link: https://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=373514

Entah sudah berapa kali wacana kerjasama dan peningkatan kerjasama (baca: Syiahisasi) dengan Iran ini digulirkan dan sudah berapa banyak masyarakat muslim Sunni Indonesia yang menjadi Syiah dan menghalalkan caci maki terhadap Sahabat ra. dan juga nikah mut’ah.

Majelis Ulama Indonesia sendiri telah menyatakan fatwa kesesatan Syiah dan menyatakannya diluar ahlus sunnah serta telah menerbitkan buku Kaum muslimin harus tetap memantau dengan seksama berbagai perkembangan Syiah di Nusantara.

Satu-satunya negara republik Syiah di dunia, Iran merupakan sebuah negara yang tergolong “poros setan” bersama Korut dan Iraq, sebuah label yang diperkenalkan mantan presiden Bush di dalam pidato State of the Union tahun 2002 di Capitol Hill. Link: https://www.washingtonpost.com/news/the-fix/wp/2014/01/25/the-4th-best-state-of-the-union-address-axis-of-evil/

Kita tentu tidak setuju terkait sepak terjang pemerintahan Bush dalam menyerang Iraq, namun ungkapan “poros setan” ini memiliki nilai kebenaran terutama untuk Korut dan Iran.

Korut terkenal sebagai negara komunis ekstrim yang sampai pada taraf penghambaan kepada kepala negara dan hingga saat ini terpuruk dalam ekonomi, kontras dengan Korsel yang mulai mempengaruhi ekonomi dunia.

Iran terkenal sebagai negara yang dibangun dengan revolusi dan ideologi Syiah Imam Dua Belas yang radikal. Peran politik dan militer Iran didalam konflik Timur Tengah seperti Yaman, Suriah, Iraq dan lainnya sudah bukan rahasia lagi. Belum lagi ‘misionaris-misionaris’ Iran yang terus bekerja menebar ideologi Syiah yang radikal mencaci sahabat dan memuja Imam-imamnya.

Apakah pemerintah indonesia tidak belajar dari pengalaman negara-negara timur tengah yang pecah perang sipil bersaudara karena ideologi Syiah yang ditanamkan dalam negeri mayoritas sunnah?

Kementerian agama sendiri tampaknya tidak perduli dengan realita di lapangan dengan membuka keran kerjasama dengan negeri ‘poros setan” ini.

Sungguh sebuah harga mahal yang akan dibayar generasi muda masa mendatang dengan sebuah ‘hadiah’ kecil beasiswa pendidikan ke negeri-negeri mullah yang radikal pencaci maki Sahabat-sahabat utama ra. Abu Daud, pemerhati sosial keagamaan. (hidayatullah)

0 comments: