Breaking News
Loading...

Foto by: islampos
Syiahindonesia.com - Seorang guru Suriah membentuk tim relawan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Mereka mengklaim berhasil menyelamatkan setidaknya 13.000 orang dan menemukan 9.000 mayat dalam lima tahun terakhir dari perang Suriah.

Bibars Meshal, 28 tahun, adalah seorang guru sastra di Aleppo tapi bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan setelah perang dimulai pada tahun 2011.

Meshal mengatakan ia berencana melarikan diri negaranya lima tahun yang lalu, tapi sebuah insiden membuatnya berubah pikiran, Worldbulletin melaporkan.

“Saya membantu dalam pencarian dan penyelamatan terhadap sebuah bangunan yang hancur. Tiba-tiba, seorang anak berusia 1 atau 2 tahun berhasil diselamatkan dan dibawa ke saya. Saya mengambil anak itu namun dia tidak menangis hanya menatap saya dengan mata hitamnya seperti mencoba untuk mengatakan sesuatu,” ungkapnya.

Menyusul insiden itu, Meshal berubah pikiran, dia kemudian membentuk unit penyelamatan dengan pemuda relawan Suriah dan mulai melakukan pencarian dan penyelamatan.

Meshal mengatakan timnya telah menyelamatkan ribuan nyawa dan menyaksikan ribuan kematian.

“Ini adalah perang yang ganas. Semua jenis senjata, termasuk senjata kimia, digunakan di sini,” kata Meshal. “Kadang-kadang Anda menemukan diri Anda membawa mayat seseorang yang Anda sempat berbicara dengannya beberapa menit sebelumnya.”

Meshal mengatakan mereka tidak memiliki perangkat elektronik untuk mengidentifikasi elemen-elemen di bawah reruntuhan, sehingga mereka menggunakan tangan mereka untuk menggali reruntuhan dan mengangkat korban.

Dia menambahkan bahwa ada banyak daerah di Aleppo di mana bom menunggu untuk meledak.

“Lebih banyak anak akan mati di Aleppo, perang tampaknya tidak berhenti segera. Tetapi jika perang berhenti satu hari saja, kita semua harus direhabilitasi,” tandasnya. (fq/islampos)

0 comments: