Breaking News
Loading...

Presiden Iran (kiri), Presiden USA (Kanan)
Syiahindonesia.com - Hamid Mutlag, salah seorang anggota parlemen Sunni Iraq menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat sebenarnya sudah mengetahui terkait pembantaian warga Sunni di Fallujah, namun mereka malah mengucapkan “selamat” kepada milisi Syiah.

“Amerika Serikat tahu betul apa yang sedang terjadi di Fallujah dan bagaimana milisi Syiah melakukan kekejaman (kepada warga Sunni) dengan berseragam militer pemerintah,” kata Hamid, seperti dilansir dari Dailybeast pada Kamis (09/06).

Washington melalui Duta Besarnya di Iraq, Stuart Jones disebut mengetahui kekejaman milisi Syiah Hashd al-Shaabi, namun mereka terkesan membiarkan kekejaman mereka terhadap warga Sunni di Raq dengan dalih perang melawan ISIS.

“Duta Besar Amerika (Stuart Jones) mengetahui kekejaman Hashd al-Shaabi tetapi mereka tidak melakukan apa-apa. Sebaliknya, ia malah mengucapkan selamat atas usaha mereka,” tambahnya.

Sebelumnya, milisi Syiah Hashd al-Shaabi dilaporkan kembali melancarkan penyiksaan dan pembunuhan terhadap ratusan warga Sunni di Fallujah.

“Orang-orang Sunni lokal mengalami penyiksaan berat. Semua berlumuran darah dan diperban, beberapa badan mereka terlihat memar dan ada bekas luka yang dalam,” ungkap Sheikh Raja al-Issawi, anggota dewan provinsi Anbar.

Fallujah sendiri merupakan kota yang dihuni oleh mayoritas Sunni. Koalisi pimpinan AS dan pasukan milisi Syiah yang didukung Iran membantu tentara Iraq dalam serangan ke kota itu. Pertempuran diperkirakan akan terus berlangsung karena ISIS telah mengontrol wilayah itu lebih dari dua tahun. (kiblat)

0 comments: