Breaking News
Loading...

Syaikh Al Amiry
Syaihindonesia.com - Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) melalui Majelis Fatwa dan Pusat Kajian DDII mengadakan daurah syar’iyyah bersama Syaikh ‘Ali ‘Ammary, Rabu- Jumat (04-06/05/2016) di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur.

Daurah yang bertema “Naqdhu Al-‘Aqa’id Asy-Syi’ah Al-Imamiyah (Menangkal Aqidah Syi’ah Imamiyah)” ini dibuka oleh Dr. Jeje Zaenuddin, MA selaku ketua panitia.

Turut hadir sebagai tamu undangan, Ahmad Farid Okbah selaku Pimpinan Ma’had Al-Islam Bekasi, dan beberapa undangan dari DDII.

Kepada 200 peserta daurah, pembina lembaga Jaringan Pembela Sunnah (Syabakah Difa’ ‘an as-Sunnah) ini lalu berbagi tips dan pengalaman dakwah dalam menghadapi Syiah.

Umumnya, jelas Ali al-Ammari, seseorang itu dihukumi sesuai dengan pegangan keyakinannya. Jika Muslim itu dihukumi dengan al-Qur’an dan Hadits Nabi, maka aliran Syiah dihukumi sesuai kitab-kitab rujukan mereka sendiri juga.

“Ternyata itu diakui dalam rujukan utama Syiah. Termasuk di kitab induk al-Kafi karya al-Kulaini itu,” ungkap Ali al-Ammari.

Meski begitu, lanjutnya, masih saja sebagian pengikut Syiah menolak klaim tersebut. Mereka mengaku hal itu hanya terdapat dalam kitab saja, berbeda dengan realitasnya.

“Kalau seperti itu, tanyakan ke mereka, bukankah imam kalian makshum (terjaga dari salah)? Bukankah seluruh perkataan mereka (para imam Syiah) tidak bisa ditolak?” tanya Ali al-Ammari dengan nada heran.

“Lalu siapa rujukan kalian (pengikut Syiah. Red) kalau begitu? Sebab (dalam) doktrin Syiah itu, riwayat dari imam makshum tidak bisa ditolak apalagi diingkari,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam acara daurah tentang Syiah tersebut, Ali al-Ammari banyak menukil perkataan-perkataan para ulama Syiah dari rujukan induk mereka. Sesekali peserta daurah juga diperlihatkan video-video terbaru ceramah pengakuan dan doktrin para imam Syiah. (nisyi/hidayatullah.com)

0 comments: