Breaking News
Loading...

Illustrasi; kekejaman Syiah
Syaihindonesia.com - Mantan Da’i Syiah lulusan Iran yang kini telah bertobat, Ali Saefulloh, memaparkan pengalamannya selama menjadi juru “dakwah” agama takfiri tersebut untuk merekrut masyarakat.

Menurut alumni Universitas Imam Khomeini, Qom ini, kelompok Syiah memiliki strategi yang sistematis dan terstruktur untuk “men-Syiahkan” Indonesia. Mereka memiliki 7 divisi untuk mendekati berbagai kalangan dari mulai ulama, intelektual hingga politisi.

“Di Indonesia kelompok Syiah memiliki lembaganya. Ada 7 divisi (di antaranya) Divisi Mustasyar, Divisi Ulama, Divisi Intelek, Divisi Legislatif, Divisi Pertahanan dan Keamanan, Divisi Industri, Divisi Ilmu Pengetahuan dan Budaya. Di Divisi Pendidikan (Ilmu Pengetahuan, -red), kita memiliki orang penting,” kata Ali yang menghabiskan waktunya belajar Syiah di Iran selama 4 tahun itu sebagaimana dikutip Islam Pos.

Hal itu diungkapkan Ali dalam Maulid Nabi bertema “Memperkokoh Akidah Ahlussunah wal Jamaah dari Ancaman Aliran Sesat Syiah” di Masjid Al Kamiliyyah, Jakarta Timur setahun yang lalu.

Hadir dalam acara ini di antaranya Habib Tohir Al Kaff, Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun (MUI Pusat), Dr. Abdul Chair Ramadhan SH.MH (MUI Pusat), Drs. Ahmad Subki Saiman (Lisan Hal) beserta para habaib dan asatidz di Jakarta.

Menurut Ali, kelompok Syiah memiliki rencana matang karena sudah menargetkan Indonesia menjadi negeri Syiah.

“Saya tergabung di sebuah ‘Laskar Ankatab’. Itu laskar yang disiapkan untuk menajdikan Indonesia Negara Syiah. Kami merencanakan Indonesia menjadi Syria kedua. Sebelum kakek saya meninggal, beliau berpesan Indonesia sudah ditakdirkan menjadi negeri Syiah,” beber Ali. Dia mengatakan bahwa kakeknya belajar langsung di Suriah dan menjadi pengikut ajaran Syiah Nushairiyah yang dianut penguasa diktator Hafiz Assad dan anaknya, Bashar Assad.

Dari hasil “dakwah”-nya, Ali mengaku telah “men-Syiahkan” banyak orang. Dia ditugaskan khusus untuk ber-“dakwah” setelah menuntut ilmu Syiah di kampus dan hauzah Syiah di Qom, Iran.

“Kami ‘dakwahi’ mereka dari Aceh hingga Irian. Saya sudah masukkan umat Islam menjadi Syiah sebanyak 300 orang. Naudzubillah,” terang dia. (antiliberalnews)

0 comments: