Breaking News
Loading...

Illustrasi
Syiahindonesia.com - Sudah menjadi rahasia umum, atau bahkan bukan menjadi rahasia lagi, bahwa negara Iran (Syiah) berada di balik carut marut Negara-negara Arab. Iran berusaha memporak-porandakan timur tengah, Iran-lah negara pencipta konflik di timur tengah, menciptakan kegaduhan kawasan dan ketidak-stabilan keamanan, Dana besar dari APBNnya pun digelontorkan demi mensukseskan lroyek raksasa ini, tujuannya hanyalah satu; mereka ingin membangkitkan PERSIA RAYA, menjadikan negara-negara Arab tunduk kepadanya, baik dari segi ekonomi, sosial, politik maupun ideologi (Aqidah).

Hal di atas nampak jelas setelah tumbangnya Saddam Hussein yang tidak lain hasil konspirasi jahat dan perselingkuhan kaum Syiah dan Amerika, maka tak heran ketika Saddam dieksekusi mati, kaum syiahpun menari-nari dan “berjingkrak-jingkrak” kegirangan, karena Iraq adalah gerbang Arab dari Timur, Iraqpun dikacaukan dan kaum sunni dimusnahkan, masjid-masjid suni dihancurkan, imam-imam masjid diculik dan dibunuh tanpa sebab, rezim syiah pun terbentuk hingga bangsa Iraq Arab menjadi budak kaum persia bersampul “republik Islam Iran”

Setelah Iraq di bawah kendali Teheran, Iran ingin berpetualang lagi dengan membangkitan revolusi di Bahrain, Bahrain pun dicabik – cabik, melalui kaum opoisisi syiah di negeri itu, mereka turun jalan tumpah ruah, membuat keonaran, meneror warga sunni, membunuhi petugas keamanana, dan sebagainya, hampir saja Bahrain sunni Tumbang, akan tetapi Allah berkehendak lain, King Abdullah Arab saudi rahimahullah memimpin koalisi teluk untuk mengirim militer dalam jumlah besar untuk melindungi Bahrain dari makar dan kudeta yang dilancarakan kaum syiah atas propaganda syiah Iran. Bahrain pun kembali dan semoga senantiasa dalam pangkuan Ahlussunnah.

Setelah mereka gagal mendobrak pintu jazirah Arab dari timur yaitu; Bahrain, konsentrasi Iran pun berputar ke arah selatan menuju Yaman, melalui tangan-tangan kotor Hautsiyyin (Houtsi) Iran menskenariokan penggulingan dan revolusi terhadap kepimpinan yang sah dari Presiden Yaman terpilih; Abdur rabbih Manshur Hadi .

Bangsa mut’ah ini meneror dan membuat keonaran di Yaman, sampai akhirnya ibu kota Yaman Shan’a pun jatuh di tangan mereka, hal ini memaksa Presiden Yaman memindahkan pemerintahannya dari Shan’a ke Aden, kaum syiah pun mulai menguasai instansi – instansi negara bahkan TV nasional Yaman pun sempat dikuasai oleh mereka, akan tetapi dengan pertolongan Allah, King Salman bin Abdul Aziz hafizhahullah dari Saudi Arabia bergerak cepat membuat koalisi Arab dan Islam ‘Ashifah el-Hazm untuk menolong bangsa Yaman sunni setelah datang surat resmi dari Presiden Yaman abdu rabbih Manshur Hadi, tentara – tentara Saudi pun bergerak cepat dan tepat menyerang basis – basis Syiah Houtsi, mereka pun kocar kacir seperti anak ayam terpisah dari induknya. Yaman pun mulai berbenah diri dan masih memburu kaum pengkhianat budak syiah Persia.

Tidak hanya di Iraq, Bahrain dan Yaman, dari arah utara, syiah Iran pun berusaha sekuat tenaga berkolaborasi dengan Basyar Asad presiden Suriah untuk membantai kaum sunni di Suriah, mereka bersatu juga dengan Hizbullat lebanon pimpinan Hasan Nasrullat untuk membantai dan melakukan genosida terhadap bangsa Arab Sunni, kondisi di atas menyebabkan negeri suriah laksana magnet yang menarik kaum mujahidin untuk berkumpul dan berjihad melawan tentara kafir Basyar Asad dan Para milisi Syiah baik yang dikirim dari Iran maupun Lebanon (hizbullat), negara – negara Arab pun mendukung perlawanan kaum sunni.

Arab Saudi dan negara – negara teluk serta Turki pun ikut membantu perjuangan kaum sunni, hingga kaum Syiah terdesak dan merengek – rengek minta pertolongan bangsa komunis Russia untuk menumpas kaum sunni, akan tetapi pertolongan Allah selalu ada, sampai detik ini Iran masih GAGAL TOTAL DENGAN HASIL NOL BESAR dalam upayanya menundukkan bangsa Arab sunni di Suriah..

INGATLAH….

Persia tidak akan kembali berjaya, Iran masih terlena dengan dongeng – dongeng nenek moyang mereka tentang kejayaan bangsa Persia, tapi itu tidak akan terjadi lagi.

Karena Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah mendoakan kehancuran untuk raja manapun kecuali Raja Persia.

Beliau bersabda:

اللهم مزق ملكه

“ Ya Allah, robeklah (hancurkanlah) Kerajaan Persia.” (HR. Baihaqi)

Rasulullah bersabda:

إِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ

“Jika Raja Persia telah runtuh, maka tidak akan mungkin ada Kerajaan Persia selanjutnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Takbiirrrr, Allahu Akbar

Surabaya, Selasa/24 Rabi’ul Awwal 1437 H/ 5 Januari 2016 M.

Akhukum fillah:

Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah\

(seindahsunnah)

0 comments: