Breaking News
Loading...

Seminar Sehari Solusi Dinamika Islm Kekinian di Indonesia dan Dunia
Syiahindonesia.com - Berbicara didepan kalangan ulama, habaib bahkan ulama internasional, Ketum PBNU Said Agil Siraj seperti sedang setoran nazdam anak santri terhadap para ustadz di pesantren.

Seperti ingin menunjukkan banyak hafal nama -nama ulama, nazdam, nasab -nasab dan dalil -dalil, Ketum PBNU justru melakukan banyak kesalahan fatal untuk sekelas profesor dan ketua umum ormas Islam terbesar di dunia. Berikut Contoh -contoh kesalahan beliau yang fatal dalam ceramah kemarin, Ahad (1/24);

1. Salah Sebut Hafalan Syair. Bait syair Banat Su’ad;

إن الرسول لسيف يُستضاء به *** مُهندٌ من سيوف الله مسلولُ

Yang benar adalah;

إن الرسول لنورٌ يُستضاء به *** مُهندٌ من سيوف الله مسلولُ

Sebenarnya kalau Said Agil mau menggunakan kepintarannya sedikit saja, pasti bisa memahami bahwa pedang itu tidak bisa menerangi. Yang bisa menerangi itu cahaya.

Atau angan-jangan pak profesor hanya hafal sebagian bait syair Banat Su’ad, tetapi belum mengerti maknanya? Wallahu Alam

2. Salah sebut nama nasab sahabat.

Sahabat Ka’ab bin Zuhair bin Abi Salma. Yang benar Ka’ab bin Zuhair bin Abi Sulma.

3. Salah sebut Imam al-Bukhari bermadzhab Syafi’iy, karena di sampul kitab Shahih al-Bukhari ada keterangan;
الشافعي.

Yang benar, di sampul Shahih al-Bukhari, tidak ada keterangan seperti itu.

Sebagaimana dimaklumi, dalam cover kitab-kitab hadits standard yang enam, tidak ada keterangan mazhab fiqih mereka. Sungguh ini kesalahan yang aneh, Atau jangan -jangan Said Agil belum pernah baca cover kitab-kitab hadits? Wallahu Alam

4. Salah sebut nama Imam Syihabuddin Az-Zuhri. Yang benar  Ibnu Syihab az-Zuhri, yang nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin Syihab bin ‘Abdullah bin al-Harith bin Zuhrah.

Seandainya Said Agil tidak menyebut Syihabuddin, dengan langsung menyebut Imam az-Zuhri, sudah pasti dibenarkan. Sepertinya Pak Said tidak tahu, bahwa gelar-gelar seperti Syihabuddin, Syamsuddin, Badruddin dan semacamnya, belum dikenal pada masa Imam az-Zuhri, yang hidup pada masa ulama salaf. Mungkin bagi Profesor tidak tahu?!

5. Salah pilih dalil Sunnah Fi’liyyah Rasulullah

وما أتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا

Yang lebih tepat seharusnya ayat;

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة.

Atau ayat

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني.

6. Salah sebut nama pengarang kitab. Kitab andalan tentang cerita orang -orang bodoh untuk penguatan argumen jenggot panjang tambah goblok. Said Agil dengan bangga menyebutkan bahwa;

كتاب أخبار الحمقى والمغفلين

Karangan Imam Abu Abdirrahman Ibnul Jauzi.

Padahal yang benar;  kitab tersebut adalah karangan Imam Abul Faraj Abdurrahman bin Ali al-Jauzi.

Semoga untuk kedepannya, Prof. Dr. KH. Said Agil lebih bisa mempersiapkan ceramah dalam seminar Internasional secara matang bukan seperti ceramah kelas MWC NU kecamatan.

Catatan redaksi Dalam acara kemarin, Sebagian peserta menyayangkan ceramah ketua umum PBNU yang banyak kesalahannya Di samping ceramah yang disampaikannya juga tidak sesuai dengan tema yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Dan terakhir kalinya, Semoga catatan ini menjadi pelajaran yang berharga bagi beliau untuk lebih berhati -hati dalam ceramah di forum – forum ilmiah level internasional Pada masa yang akan datang apalagi berbicara dihadapan para kyai sepuh, habaib dan ulama Internasional. Aamiin

Wallahu Alam

(nugarislurus)

0 comments: