Breaking News
Loading...

Illustrasi pengungsi Suriah
Syiahindonesia.com - Hantaman roket yang dilancarkan pesawat tempur rezim di barat Aleppo menewaskan lima orang pekerja kemanusiaan. Serangan itu juga meruntuhkan harapan gencatan senjata jangka panjang di Suriah.

Menurut laporan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah, serangan udara pasukan rezim menghantam Atarib, wilayah yang dikuasai kelompok oposisi. Serangan itu mengenai pekerja kemanusiaan yang biasa disebut dengan petugas Helm Putih.

Sementara, serangan berbeda juga menghantam wilayah sipil di Aleppo. Kelompok pemantau hak asasi manusia yang berpusat di Inggris itu menyebutkan bahwa sedikitnya tiga orang terluka, dua orang anak-anak diantaranya anak-anak.

“Ini sebuah situasi yang kacau,” kata wartawan Al Jazeera melaporkan dari Aleppo.

“Dari pukul 8 pagi, pesawat terbang rendah dan suaranya sangat keras. Mereka terbang di atas wilayah (oposisi) di Aleppo. Kebanyakan orang merasa bahwa mereka harus berada di dalam rumah mereka sekarang,” ujarnya.

Kelompok pemantau tersebut pada Senin (25/04) menyebutkan bahwa sedikitnya 60 orang tewas di Aleppo selama Jumat hingga Ahad. Angka itu muncul menyusul serangan berbalas antara pasukan pemerintah dengan kelompok oposisi.

Menjelang pembicaraan damai Jenewa, beberapa waktu lalu disepakati genjatan senjata di Suriah. Serangan ini memupus harapan gencatan senjata jangka panjang, mengiringi buntunya pembicaraan damai yang melibatkan Amerika Serikat dan Rusia itu. (kiblat)

0 comments: