Breaking News
Loading...

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Jalur Gaza, Iyad Al-Bezm
Syiahindonesia.com - Departemen Dalam Negeri Palestina di Jalur Gaza membubarkan lembaga sosial Jam’iyah Al-Baqiyat Ash-Shalihat, yang didanai Iran. Penutupan itu karena lembaga tersebut dianggap melanggar hukum dan melakukan kegiatan politik.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Jalur Gaza, Iyad Al-Bezm, menegaskan kepada Al-Jazeera, Senin (14/03), pihaknya sudah memperingatkan lembaga tersebut untuk menghentikan kegiatan politik. Namun, mereka tidak mematahui perintah pemerintah.

Jam’iyah Al-Baqiyat Ash-Shalihat adalah sayap sosial gerakan Ash-Shabirin yang dipimpin Hisyam Salim. Hisyam Salim dikenal sebagai pengikut Syiah dan menyebarkan ajaran tersebut di Jalur Gaza.

Di sisi lain, Hisyam Salim tidak mengaku lembaganya itu melakukan kegiatan politik. Dia mengambarkan keputusan itu sewenang-wenang.

Dia mengaku, lembaganya itu sejak 2014 membantu warga miskin dan orang yang membutuhkan dengan dukungan dan dana dari Iran.

Perlu dicatat, gerakan Ash-Shabirin menjadi perdebatan luas di Jalur Gaza karena identitasnya. Di mana, mereka mendapat dukungan dari Iran dan mempromosikan ajaran Syiah.

Seperti biasa, gerakan Ash-Shabirin menutupi-nutupi hal itu dengan merilis pernyataan bantahan. Mereka seolah pahlawan dengan menegaskan bahwa tujuannya adalah membebaskan Palestina.

Gerakan ini memilik banyak pengikut di wilayah Gaza Utara. Sejumlah laporan media menyebutkan pengikutnya kebanyakan mantan anggota Gerakan Al-Jihad Al-Islami.

Beberapa waktu belakangan juga beredar kabar bahwa Hamas  mewaspadai gerakan tersebut. (kiblat.net)

0 comments: