Breaking News
Loading...

Foto by: antiliberalnews
Syiahindonesia.com - Kementerian Dalam Negeri Kuwait telah memasukkan belasan jurnalis Libanon ke dalam daftar hitam karena berafiliasi ke kelompok teroris Syiah Hizbullat. Lima di antara mereka tidak akan diperbarui izin tinggalnya di Kuwait dan dua lainnya diberi waktu satu bulan untuk meninggalkan negara itu, surat kabar Al Rai melaporkan sebagaimana dilansir Zaman Alwasl pada Jumat (18/3).

Jurnalis-jurnalis lainnya yang pro-Hizbullat atau kerap memberikan bantuan keuangan atau politik terhadap kelompok teroris Syiah itu juga telah di-blacklist dan akan dilarang memasuki Kuwait.

Menteri Dalam Negeri Syeikh Mohammad Al-Khalid dilaporkan tengah mengawasi keseluruhan proses dan menolak “beberapa tuntutan dari orang-orang yang meminta belas kasihan” serta menggambarkan kebijakan keamanan Kuwait sebagai “garis merah yang tidak boleh diterobos”.

Sumber-sumber keamanan Kuwait yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa orang-orang dalam daftar hitam itu akan diklasifikasikan sebagai “persona non grata” dan akan dideportasi dari negara itu “melalui mekanisme hukum yang mempertimbangkan keamanan nasional dan kepentingan ekspatriat”.

Sumber tersebut mengatakan bahwa daftar hitam meliputi nama-nama tokoh media dan bisnis, yang divonis dengan bukti yang meyakinkan bahwa mereka telah menyediakan dukungan keuangan, media dan politik kepada Hizbullat atau menjalin komunikasi atau mengadakan pertemuan dengan para pemimpin dan perwakilan kelompok teroris Syiah tersebut. (antiliberalnews)

0 comments: