Breaking News
Loading...

Illustrasi; Pemimpin Syiah Houthi Menantang AQAP dan Tidak Takut akan Ancaman Sanksi PBB
Syiahindonesia.com - Proses imigrasi gelap yang dilakukan Israel di Yaman terkuak pasca 17 Yahudi rombongan terakhir tiba di Israel pada pekan lalu. Operasi yang dilakukan secara rahasia ini telah mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya, pemindahan Yahudi dari Yaman rupanya telah dilakukan oleh Israel sejak lama.

Harian Israel “Yedioth Ahronoth” sebagaimana dilansir Al-Jazeera, pada edisi Kamis 24 Maret 2016 pekan ini membahas proses rahasia itu. Rombongan Yahudi itu berhasil mendarat bebas di bandara Queen Alia di Amman, tanpa adanya tindakan dari Yordania.

Menurut juru bicara Badan Imigrasi Yahudi Belmur Yigal, 12 orang Yahudi berhasil diangkut dari kota Raydah, Propinsi Amran, sedangkan lima orang sisanya berasal dari kota Sana’a. Mereka adalah orang-orang terakhir yang menyatakan ingin pindah ke Israel.

Konflik dan keberadaan anti semit menjadi alasan Israel untuk melakukan imigrasi gelap tersebut. Mereka mengklaim konflik yang terjadi telah mengancam keberadaan mereka.

“Karena keadaan di Yaman, anti semit dan orang-orang yang memusuhi Yahudi, serta minimnya logistik,” papar Harian Israel “Yedioth Ahronoth” sebagaimana dikutip Al-Jazeera.

Di Yaman, 17 orang Yahudi itu mengaku terancam dengan keberadaan pemberontak Syiah Hutsi, lantaran slogan anti Amerika dan anti Yahudi yang seringkali didengungkan. Namun, Israel sendiri menyebutkan bahwa Tel Aviv telah membayar milisi Hutsi untuk mengeluarkan 17 orang Yahudi dari ibukota Yaman, Sana’a.

Tidak hanya itu, Israel juga memanfaatkan Kedubes AS yang untuk mengangkut orang-orang Yahudi dari Yaman menuju Israel. Proses ini juga melibatkan Kementerian Luar Negeri Israel dan sejumlah lembaga pemerintah Israel yang lain.

Proses tersebut dikelola dari jarak jauh dan tertutup, melihat situasi konflik dan minimnya maskapai penerbangan lantaran bandara yang jarang beroperasi. Sementara faktor konflik memaksa pemindahan ini dilakukan berkali-kali. Meski demikian, proses rahasia ini dapat berlangsung secara aman berkat bantuan dari Amerika Serikat.

Harian Israel “Yedioth Ahronoth” juga mengutip narasumber yang tidak disebut namanya, bahwa operasi ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini para Yahudi Yaman berbondong-bondong pindah ke negara Israel, melalui operasi rahasia yang kompleks dan belum pernah ada sebelumnya.

Pekan lalu, Israel juga berhasil memindahkan seorang Rabi Yahudi yang memiliki Kitab Perjanjian Lama yang berumur lebih dari setengah abad. Sementara Situs The RGV menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi dari Yaman lancar berbahasa Ibrani. Beberapa dari mereka juga sudah ada yang memiliki kerabat di Israel.

Menurut statistik dari Departemen Imigrasi dan Penyerapan Israel yang dikutip situs The RGV, sekitar 51 ribu orang Yahudi Yaman telah berimigrasi ke Israel antara 1949 dan 1950 . (kiblat)

0 comments: