Breaking News
Loading...

Illustrasi
Syiahindonesia.com - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah siap menghukum siapa saja yang terkait dengan gerakan Hizbullah yang berhaluan Syiah. Bagi mereka yang terlibat dengan Hizbullah akan dihukum sesuai dengan undang-undang anti-terorisme, PressTV melaporkan pada Senin (14/3/2016).

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Saudi, seperti yang dirilis kantor berita SPA pada Ahad (13/3/2016), warga negara dan warga asing yang tinggal di Saudi akan menghadapi “hukuman berat” jika mereka bersimpati, mendukung secara finansial, atau terlibat dalam gerakan Hizbullah.

“Setiap warga negara atau penduduk yang mendukung, terlibat dalam keanggotaan, bersimpati, atau mempromosikan Hizbullah akan mendapat hukuman. Tak hanya itu, jika seseorang diketahui menyumbang uang atau berkomunikasi dengan siapa pun anggota Hizbullah, akan dikenakan hukuman atas kejahatan terorisme. Bagi warga asing yang terlibat akan dideportasi ke negara asalnya,” ungkap pejabat Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Saudi mulai bergerak untuk memperluas kampanye anti-Syiah, termasuk tindakan keras terhadap warga negara yang tinggal di Provinsi Timur. Tahun lalu, pihak Saudi telah mengeksekusi tokoh Syiah terkemuka Nimr al-Nimr. Eksekusi ini tentu mengundang kecaman dari kelompok HAM, terutama dari Iran. (islampos)

0 comments: