Breaking News
Loading...

Jalaludin Rahmat, tokoh Syiah Itsna 'Asyariyah di Indonesia
Syiahindonesia.com - Tokoh besar Syiah Indonesia, Jalaludin Rahmat, akui bahwa Negara Syiah Iran telah banyak mengeksekusi mati anak kecil.

"Banyaknya yang dieksekusi di Iran itu, dihitung semenjak revolusi. Jadi tentu saja di zaman revolusi banyak yang dihukum mati," ujar Ketua Dewan Syuro IJABI tersebut kepada Kiblat.net selepas seminar nasional “Haji dan Persaudaraan Universal”, Kamis (28/01) di gedung Fakultas Ilmu Dakwah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagaimana dilansir kiblat.net, 29/1/16.

Pernyataan Jalal diatas merupakan tanggapan dari berita yang disampaikan oleh  Lembaga HAM Amnesty Internasional yang berbasis di London melaporkan bahwa sepanjang tahun 2015 Iran telah mengeksekusi lebih dari 1.000 orang.

"Iran telah mengeksekusi sekitar 700 orang dalam enam bulan pertama tahun 2015, rata-rata tiga orang setiap hari dan jumlah eksekusi mungkin di atas 1.000 orang pada akhir tahun," kata laporan tersebut, Jumat (8/1/2016).

Bahkan, menurut Amnesty Internasional negara Syiah tersebut telah mengeksekusi mati puluhan anak di bawah umur sejak 2005. Amnesty Internasional menyatakan bahwa Iran telah menutup-nutupi eksekusi tersebut.

Rezim Iran semula memenjarakan anak-anak di bawah umur 18 tahun selama beberapa tahun. Setelah usia mereka menginjak dewasa, hukuman eksekusi mulai diberlakukan. Tulis laporan Amnesty Internasional.  (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: