Breaking News
Loading...

Foto by: islampos
Syiahindonesia.com - Kamis, (25/2) Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Syaikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor.

Kedatangannya ke Universitas Darussalam Gontor merupakan salah satu rangkaian acara pembukaan peringatan 90 tahun pondok Gontor. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan persaudaraan dan kekeluargaan antara Pondok Modern Darussalam Gontor dengan Al-Azhar, Mesir.

Namun demikian di sela-sela kunjungan ada hal menarik disampaikan oleh Grand Syekh tersebut dalam ceramah resmi di Masjid Universitas Darussalam Gontor. Syekh mengklarifikasi berita-berita yang selama ini menjadi kabar tak sedap tentang kunjungannya ke Indonesia, khususnya ke Gontor.

“Kunjunganku di sini, amat disayangkan sekali, ditafsiri dengan penafsiran-penafsiran yang tidak benar ‘ila ta’wilaatin ghairi shahih’,”jelasnya dalam membuka ceramah.

Kemudian Syekh menjelaskan bahwa peran al Azhar adalah sebagai lembaga keilmuan memiliki fungsi sebagai pemersatu umat Islam, terbebas dari perpecahan dan perselisihan.

“Dengan demikian konsekwensinya adalah kami menolak pengkafiran kelompok atas kelompok lainnya. Amat disayangkan sekali, ada sebagian firqah tergesa-gesa dalam mengkafirkan firqah ini dan firqah itu,” jelas Grand Syekh tersebut.

Syeikh Ahmad Ath Thayyib menerangkan seorang muslim nyawanya harus dilindungi selama ia bersyahadat, shalat, membaca al Qur’an, dan berpuasa di bulan Ramadhan.

Ulama madzhab Maliki yang pernah menjabat sebagai mufti Mesir ini menyampaikan bahwa pada Ramadhan lalu, dirinya meminta untuk menutup sebuah kanal televisi yang mencela para sahabat Rasulullah SAW serta Imam al Bukhari. Menurut Syeikh Ahmad Ath Thayyib, pernyatan seperti itu adalah salah, mengandung banyak kesesatan, dan sebuah fitnah. “hadzal kalam khata’ wa dhalal wa fitnah bainal muslimin” Syeikh Ahmad Ath Thayyib menyatakan.

“Selanjutnya adalah, biarkan kita menyatakan dengan terus terang. Kita menolak penyebaran ajaran Syi’ah di negeri-negeri Ahlu Sunnah. Karena ajaran Syi’ah kita terima jika itu di negara Syi’ah. Akan tetapi adanya upaya merekrut anak-anak muda, baik dengan materi atau lainnya tidak bisa diterima,” Syeikh Ahmad Ath Thayyib menjelaskan.

Menurut Syeikh Ahmad Ath Thayyib penyebaran ajaran Syi’ah di wilayah Sunni akan menyebabkan perpecahan, dan konflik yang berkepanjangan. Faktanya di dunia timur tengah hal yang disampaikan oleh Grand Syekh tersebut memang benar-benar sudah terjadi.

Ceramah lengkapnya silahkan liat di https://www.youtube.com/watch?v=SeGC2nm9YHw. (Mamun/Islampos)

0 comments: