Breaking News
Loading...

Illustrasi
Syiahindonesia.com - Milisi sektarian Syiah kembali mengeksekusi pemuda Sunni di kota Miqdadiyah, Provinisi Diyala. Sepekan terakhir warga Sunni di kota itu mengalami intimidasi hingga pembunuhan, yang menyebabkan puluhan orang tewas.

Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, Ahad (17/01), dua pemuda nahas itu bernama Muhammad Kamil Al-Azawi dan Marwan Nayif Al-Jaburi. Menurut sumber, Azawi dieksekusi di daerah Al-Ashry di pusat Miqdadiyah sementara Jaburi dibunuh di daerah Al-Azzi.

Kedua pemuda Sunni ini merupakan korban keganasan milisi Syiah di Miqdadiah untuk kesekian kali, dalam sepakan terakhir. Sejak milisi-milisi itu mengepung Miqdadiyah, warga Sunni hidup dalam ketakutan dan ancaman kematian.

Al-Jazeera menyebutkan, dua hari pertama pengepungan, sedikitnya 70 warga Sunni dieksekusi. Enam masjid diledakkan dan sejumlah tokoh serta rumah warga dihancurkan.

Ketua Parlemen Iraq, Salim Al-Jaburi, dalam pernyataannya Ahad kemarin, mengungkapkan bahwa situasi di Miqdadiyah masih mencekam. Penculikan, pembunuhan dan peledakkan masjid masih terjadi. Para milisi tidak bisa dikendalikan pemerintah.

Salim Al-Jaburi menegaskan bahwa milisi-milisi yang mengepung Miqdadiyah dikenal dan diketahui oleh pemerintah. Ia menekankan, daerah-daerah yang berhasil dibebaskan dari ISIS harus diambil alih dari tangan penjahat.

Dalam perkembangan terkait, militer Iraq mengumumkan pasukannya berhasil menembus Miqdadiyah. Sebelumnya militer Iraq tidak berkutik di hadapan milisi Syiah yang bertempur bersamanya memerangi ISIS.

Kepala kantor berita Al-Jazeera di Baghdad menunjukkan, para milisi sebagian munduru seiring masuknya militer pemerintah. Namun sebagian besar mereka masih di dalam kota.

Al-Jazeera juga menemukan sejumlah foto mengerikan dari dalam Miqdadiyah. Banyak rumah dan properti warga hancur. Masjid-masjid yang dulu kokoh berdiri kini rata dengan tanah. (kiblat.net)

0 comments: