Breaking News
Loading...

Mamun Khalid Nasir beserta putrinya
Syiahindonesia.com - Kekerasan rezim Suriah sejak 2011 hingga sekarang masih menyisakan luka mendalam bagi rakyat Suriah, termasuk para pengungsinya. Bukan hanya luka batin, tetapi yang lebih terasa adalah luka fisik akibat serangan demi serangan yang terus dilancarkan.

Sepenggal kisah gadis Suriah ini sedikit banyak menunjukkan, bagaimana penderitaan mereka dapat dirasakan oleh kaum Muslimin yang masih peduli terhadap mereka.

Ayah gadis kecil ini bernama Mamun Khalid Nasir. Di usia 27 tahun ia masih bisa merasakan kehidupan meskipun harus berbaring di tempat tidur.

Sekitar setahun lalu, ia menjadi korban keganasan bom barel rezim Suriah di barat laut Idlib. Ayah dari lima orang anak ini harus menanggung kelumpuhan pada kedua kakinya, pendengaran dan penglihatannya.

Setelah kejadian itu, Nasir beserta ibu, istri dan anak-anaknya berlindung di Turki pada bulan Desember.

“Anak saya sudah bisa berjalan, berbicara dan mendengar setahun yang lalu,” kata ibunya, Wafa Awwad (49) kepada Anadolu Agency. “Namun, ia ditakdirkan untuk hidup di tempat tidur. Kami berusaha bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan lima anaknya. Para tetangga terkadang membantu kami. Kami datang ke Reyhanli, provinsi Hatay untuk menyelamatkan hidup kami,” lanjutnya.

Gozyasi, putri Nasir yang masih berusia 5 tahun, tahu betul kondisi ayahnya. Ia sempat meminta dokter di Turki untuk memenuhi keinginannya. “Ambillah mata saya, Dok. Aku ingin ayahku dapat melihatku dan semakin sayang kepadaku. Allah tidak akan memisahkan kami. Aku sangat mencintainya,” katanya yakin. (kiblat.net)

0 comments: