Breaking News
Loading...

Presiden Iran, Hassan Rouhani
Syiahindonesia.com - Seluruh diplomat Iran telah meninggalkan Arab Saudi, Selasa (05/01). Hal itu terjadi setelah pemerintah Riyadh mengusir mereka menyusul serangan terhadap Kedutaan Besar Saudi di Teheran dan kantor Konsulat di Mashhad, dalam aksi massa mengecam eksekusi tokoh Syiah, Nimr Baqir Amin Al-Namr.

“Seluruh diplomat Iran, sekitar 30 orang, meninggalkan kerajaan pada Selasa malam,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Osama Nugali.

Para diplomat itu, terang Nugali, selama ini berada di Kedutaan Besar Iran di Riyadh. Sebagian di antaranya juga bekerja di kantor Konsulat Jenderal di Jeddah.

Sebagaimana diketahui, hubungan Iran dan Arab Saudi memanas menyusul eksekusi mati tokoh Syiah Saudi, Nimr Baqir Amin Al-Namr. Dia dieksekusi bersama 46 orang lainnya yang divonis atas tuduhan tindakan terorisme.

Aksi massa pun terjadi di sejumlah tempat, termasuk di Iran. Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dan konsulat jenderal di Mashhad menjadi sasaran amuk massa. Selain melakukan pembakaran, massa juga merusak bagian dalam bangunan tempat para diplomat Saudi bekerja.

Menyusul kejadian itu, pemerintah Saudi menyatakan pemutusan hubungan dengan Iran. Menteri Luar Negeri Saudi Adil Al-Jubair pada Ahad (03/01) mengusir pada diplomat untuk kembali ke Teheran.

Arab Saudi memberikan waktu dua kali 24 jam kepada Iran untuk menarik seluruh diplomatnya dan menutup kantor perwakilan mereka. Kerajaan Saudi juga segera memulangkan diplomat mereka menyusul serangan Sabtu lalu. (kiblat.net)

0 comments: