Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Anak-anak Suriah yang bersekolah di Turki telah menulis surat kepada PBB untuk mendesak organisasi internasional tersebut agar menghentikan serangan yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Basyar Asad terhadap warga sipil.

“Kami sangat menyesal atas serangan udara yang dilakukan oleh Rusia bersama Asad, dan kami ingin serangan segera berakhir. Jangan biarkan Rusia dan Asad membunuh orang yang tidak bersalah. Saya belum melihat kakek dan nenek saya selama tiga setengah tahun ini,” tulis Siyam Ismail, seorang anak berusia 9 tahun dalam suratnya, seperti dilansir Yenisafak.com, Ahad (27/12).

Hal senada juga disampaikan seorang anak Suriah lainnya. Mohamed Wezir menulis surat untuk PBB, “Semua anak-anak Suriah mengalami kesulitan, kami ingin PBB mendengar kami.”

Perang Suriah telah menelan korban jiwa lebih dari 400.000 orang, menurut laporan PBB November lalu. Sementara jumlah pengungsi mencapai setengah dari penduduk negara yang dilanda perang sejak Maret 2011 lalu itu . Lebih dari 11 juta orang lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka atas kejahatan yang dilakukan oleh Asad terhadap rakyat Suriah.

Para korban yang paling terpukul atas terjadinya perang adalah anak-anak. Dalam delapan bulan pertama peperangan terjadi, 2.209 anak-anak Suriah meregang nyawa, menurut lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris. Dan tentu saja selama hampir lima tahun perang ini, jumlah anak-anak yang kehilangan nyawanya kian berlipat. (EZ/salam-online)

0 comments: