Breaking News
Loading...

 Harits Abu Ulya Direktur Community Islamic Idological Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya
Syiahindonesia.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu (2/12) mengatakan bahwa berdasarkan informasi intelijen ada ancaman teroris akan melakukan serangan kepada kelompok Syiah di Indonesia.

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Community Islamic Idological Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menduga informasi yang diterima Luhut berasal dari kalangan Syiah dan terkesan konspiratif.

“Itu mungkin intel yang jadi pengikut Syiah memasok Menkopolhukam untuk ambil kesimpulan seperti itu. Dibalik itu bisa jadi adalah cipta kondisi, pengalihan isu freeport atau preventif jelang Natal dan tahun baru,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (3/12).

Namun, menurut analisanya, secara obyektif dan akurat situasi di lapangan membantah pernyataan Luhut. Karena, potensi serangan itu sangat kecil.

“Meski sekelompok orang dari dulu ada minat ke sana. Bahkan saat ini ada aliansi umat Islam cukup intens sosialisasi bahayanya Syiah di beberapa daerah, namun itu tidak berarti mereka berencana melakukan penyerangan secara fisik kepada kelompok sesat Syiah,” ujar Pemerhati Kontra Terorisme itu.

Harits menilai, pernyataan Luhut berlebihan dalam membuat kesimpulan bahwa ada teroris merencanakan penyerangan terhadap Syiah di Indonesia.

“Itu informasi ngawur dari intel pengikut Syiah atau isu ini dimunculkan untuk kepentingan tertentu. Waspadalah umat Islam, tidak usah terpancing,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini nama Luhut Binsar Panjaitan tengah menjadi sorotan media. Pasalnya dalam sidang Majelis Kehormatan Dewan, nama Luhut disebut paling banyak, sebanyak 66 kali dalam bocoran rekaman sidang #PapaMintaSaham yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M Reza Chalid dan CEO PT Freeport Maaroef Syamsuddin. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: