Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Berikut kami ulas pemahaman menyimpang Syiah dalam buku berjudul "Laga Pamungkas, Duet Imam Mahdi & Isa Al-Masih Memimpin Dunia yang diterbitkan oleh Al Huda:

Judul asli: Fi Rihab Hukumah al-Imam al-Mahdi as: Qira'ah syamilah fi ma'alim hukumah al-Imam al-Mahdi as wa awdha al'alam qabla azh-zhuhur
Penulis: Syeikh Najmuddin Thabasi
Penerjemah: Ali Yahya
Penerbit: Al Huda tahun tahun 2010 M, cet. 1 Rabi'ul Awal


1. Dengan bersandar pada hadits dho'if, Syiah berkeyakinan bahwa kebangkitan Islam adalah hari Nairuz, yaitu tahun baru Iran dan pada hari Asyura.

2. Hadits dha'if Syiah; kemundulan Imam Mahdi diumumkan pada awalnya melalui penyeru dari langit. Ketika itulah, beliau mengumumkan tentang kemunculannya dengan seruah kebenaran sambil menyandarkan punggungnya ke Ka'bah. Dengan mengatasnamakan Ali ra, Syiah meriwayatkan dari Amirul Mukiminin, ia berkata: "Apabila penyeru dari langit berseru, ... Sesungguhnya kebenaran ada pada keluarga Muhammad,' maka ketika itulah, al-Mahdi as muncul menjadi pembicaraan manusia dan mereka meneguk minuman cintanya, dan tidak ada bagi mereka sebutan selainnya.'"

3. Dengan bersandar pada Hadits Dha'if, Syiah berkeyakinan bahwa diatas bendera al-mahdi kelak akan tertulis "Ketaatan dan Keutamaan."

4. Syiah berkeyakinan bahwa akan ada 13 perempuan bersama Imam Mahdi ketika kemunculannya. Diantara sekte Syiah juga meyakini bahwa jumlah perempuan yang bersama Imam Mahdi mencapai 7300 atau 3800, mereka semua adalah yang menemani Imam Mahdi setelah kebangkitannya dan membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya.

5. Syiah berkeyakinan bahwa diantara ciri-ciri Imam Mahdi adalah usianya antara 30-40 tahun.

6. Dengan riwayat palsu, Syiah berdusta mengatasnamakan Rasulullah, bahwasanya beliau saw bersabda: "Wahai Ali, sesungguhnya al-Qaim kami apabila keluar... lalu ketika tiba waktu keluarnya, dia keluar besama sebilah pedang- pedang itu menyerunya- bangkitlah wahai Wali Allah llau bunuhlah musuh-musuh Allah."

7. Syiah berdusta atas nama Abu Ja'far, bahwasanya Abu Ja'far berkata; "Apabila al-Qaim bankit, dia menjelaskan keimanan kepada setiap Nashibi (julukan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.pent) benar-benar menemaninya, dan jika tidak maka al-Qaim akan memenggal lehernya, atau si Nashibi membayar upeti sebagaimana upeti yang dibayarkan hari ini oleh Ahlu Dzimmah, dan dia menyerang wilayah Himyan serta mengeluarkan mereka dari kota-kota ke daerah-daerah pinggiran."

Peneliti: Said

(nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: