Breaking News
Loading...

KH. Fathurrahman Kamal dalam kegiatan Mudzakarah Nasional ANNAS di Bandung (29/11/2015), foto by Jurniscom
Syiahindonesia.com - Wakil Ketua Majelis Tabligh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc, MA menyatakan bahwa sejatinya perserikatan Muhammadiyah dalam menyikapi Syiah sudah rampung digarap, bahwa mereka menyimpang.

Bagi muhammadiyah, syiah sudah selesai, mereka menyimpang, tidak bisa diterima," kata Fathurrahman ketika menyampaikan materi dalam kegiatan Mudzakarah Nasional Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di komplek Masjid Al Fajr Jl Cijagra, Bandung, Ahad (29/11/2015).

Lebih lanjut, da'i yang juga memperhatikan bahaya perkembangan Syiah ini menjelaskan bahwa ajaran syiah jelas menyimpang serta bertentangan dengan paham keagamaan oleh umat islam khususnya adalah perserikatan Muhammadiyah, dan itu sudah menjadi sebuah kesepakatan.

"Ada perkembangan yang signifikan dalam internal perserikatan kami, pada hari sabtu 21 November yang lalu, pada acara rapat kerja pimpinan kerja uhammadiyah  bersama unsur pimpinan pusat di Jogyakarta, sudah keluar statement fatwa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsul Anwar, beliau menyatakan bahwa ajaran Syiah jelas menyimpang dan bertentangan dengan paham keagamaan oleh umat Islam khususnya adalah perserikatan Muhammadiyah." ungkapnya lagi.

Untuk menunjukkan keseriusan ormas yang didirikan KH.Ahmad Dahlan  dalam menghadang pergerakan Syiah, Majelis Tabligh yang dipimpinnya akan membuat manhaj tabligh. Manhaj tersebut dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh mubaligh Muhammadiyah di seluruh Indonesia mempunyai acuan yang sama.  Manhaj tabligh sendiri menurutnya membahas aliran-aliran sesat keagamaan yang menyimpang jjuga masalah Syiah.

"Insya allah fatwa yang bersifat verbal tersebut akan ditindak lanjuti menajadi fatwa tertulis, dan akan menjadi acuan dan panduan bagi seluruh warga muhammadiyah," jelasnya. (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: