Breaking News
Loading...

Militer Nigeria
Syiahindonesia.com - Serangan militer terhadap kelompok Syiah di Nigeria sampai saat ini masih belum terungkap seluruhnya.

Seorang saksi mata menjelaskan, bahwa serangan pertama kali terjadi pada Sabtu, (12/12) malam. Korban dalam serangan pertama mencapai 50 orang. Jumlah tersebut belum termasuk korban serangan kedua. Serangan kedua dilakukan menjelang fajar di rumah Syaikh Az Zikzaki.

Syaikh Mohammad Tsalis seorang mahasiswa Nigeria di Fakultas Ulumuddin, mengatakan ada banyak alasan terjadinya konflik tersebut. Pertama, beberapa hari yang lalu Presiden Nigeria pergi ke Iran dan mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Revolusi Iran Sayid Ali Khamanei.

Kedua, dia mengatakan bahwa, Amerika dan Israel mendalangi serangan militer itu karena takut berhubungan langsung dengan negara-negara Islam.

Ketiga, dalam ritual Arbain Imam Husain, acara itu diikuti oleh 10 juta orang. Ini menjadi permasalahan, karena instasi pemerintah menganggap jumlah yang sedemikian besar dapat membahayakan negara. Oleh sebab itu, serangan itu diprakarsai oleh militer karena mereka takut ada perkumpulan Syiah.

Mengenai korban tewas dan keadaan Syaikh Az Zikzaki, Syaikh Mohammad mengaku tidak mendapatkan informasi karena seluruh komunikasi terputus.

Syaikh Mohammad juga menjelaskan bahwa serangan masih berlanjut hingga hari ini dan belum ada langkah untuk menghentikannya.

Militer Nigeria melancarkan serangan saat fajar dan menembaki orang-orang yang hadir di rumah Syaikh Az Zikzaki. Sehingga menyebabkan korban dalam jumlah besar.

Saksi mata menjelaskan pasukan militer mengepung rumah Syaikh Az Zikzaki dengan kendaraan lapis baja. Orang-orang yang hadir di rumah itu, langsung berusaha menghalangi dan mencegah serangan itu.

Saat ini, beberapa kota di Nigeria malakukan demonstrasi mengutuk serangan militer tersebut.

Akan tetapi, sumber dari pihak militer membantah. Pihak militer menuduh saksi mata dalam serangan itu berbohong. Karena Militer Nigeria mengaku sebelum melakukan serangan, telah memberi peringatan. Selain itu, pihak militer membantah bahwa serangan itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan Amerika. (kiblat.net)

0 comments: