Breaking News
Loading...

Obama, Presiden AS (kiri), dan Basar Asad, Presiden Suriah (kanan)
Syiahindonesia.com - Surat kabar Washington Post menekankan bahwa Obama akan lebih memilih untuk berkerjasama dengan rezim Syiah Bashar Al Assad daripada berkerjasama dengan Rusia dalam perang melawan kelompok mujahidin Islam di Suriah.

Dalam tulisan Kepala Pusat Studi Timur Tengah di University of Oklahoma, Joshua Landis, yang diterbitkan Washington Post pada akhir pekan ini menyatakan, “Di depan publik Obama bersuara menuntut mundurnya Syiah Bashar Al Assad dari kursi kekuasaan. Akan tetapi di belakang layar AS beserta sekutunya lebih memilih diktator tersebut berkuasa, dalam rangka menangkal bahaya kelompok Islam yang kini menguasai sebagian besar wilayah Suriah.”

Joshua Landis melanjutkan, “Ini dapat kita lihat dimana AS ikut menyetujui resolusi Dewan Keamanan PBB, dimana dalam proses perdamaian yang dinaungi PBB tidak menyetuh apapun mengenai pengunduran Syiah Assad dari kursi kepresidenan.”

Perlu diketahui bahwa permasalahan Assad juga menjadi topik perdebatan hangat dalam kursi kandidat calon presiden dari Partai Republik, dimana Hillary Clinton bersama calon dari Demokrat Marco Rubio, Jeb Bush dan Chris Christie mendukung pelengseran Assad.

Sedangkan Donald Trump dan Ted Cruz dan Paul Rand percaya bahwa Assad adalah benteng terbaik dalam melawan kelompok pejuang Islam. (Rassd/Ram/eramuslim.com)

0 comments: