Breaking News
Loading...

Di antara yang tewas Komandan Hassan Hussein atau dikenal dengan nama al-Haj Mohammed
Syiahindonesia.com - Sementara perang sipil Suriah memasuki tahun keenamnya, Hizbullah telah membayar mahal konsekuensi karena membantu rezim Bashar al Assad pada operasi militer yang kejam atas rakyat Suriah.

Kemunculan pertama Hizbullah di tahun 1980an sebagai milisi Syiah setelah Israel menginvasi Libanon selama 15 tahun perang sipil.

Hizbullah nantinya melakukan perang gerilya melawan pasukan yang didukung Israel di wilayah selatan Libanon, yang akhirnya memaksa Israel menarik semua pasukannya di Libanon selatan pada tahun 2000.

Di tahun 2006. Sebuah serangan besar-besaran dilakukan Israel untuk melawan Hizbullah – termasuk operasi militer serangan udara yang intens – menyebabkan kerusakan yang menyebarluas di negara itu, termasuk pada ibukota Beiru, meninggalkan setidaknya 1.300 warga Libanon meninggal dunia.

Menurut sumber dari badan intelejen AS, Hizbullah dilaporkan kehilangan hampir 6.000 tentara di Suriah, demikian dikutip Anadolu Agency, Sabtu (26/12/2015).

Berdasarkan laporan Badan pengawas Suriah yang bermarkas di Inggris (Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan lebih dari 1000 tentara Hizbullah telah terbunuh di Suriah sejauh ini, tetapi sulit untuk memverifikasi kabar tersebut dikarenakan Hizbullah sangat merahasiakan jumlah tentaranya pada perang tersebut.

Di bawah ini rangkuman keterlibatan Hizbullah dalam perang sipil Suriah :

2012

Hizbullah menyangkal pemberitaan media internasional bahwa milisinya sedang bertempur di Suriah. Kelompok itu nantinya mengatakan bahwa tentara berada di Suriah untuk melindungi area strategis di mana orang-orang Syiah tinggal.

Nantinya pada tahun itu, beberapa tentara Hizbullah terbunuh di Suriah, tetapi kelompok itu tetap mengklaim tentaranya berada di Suriah untuk memberikan pelatihan dan menyangkal laporan bahwa anggotanya telah bertempur di garis depan.

Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah tidak memperbolehkankehadiran tentara Hizbullah di Suriah. Dia juga mengatakan bahwa “tentara yang meninggal” sedang berperang di Suriah dalam “misi jihad.”

2013

Saat itu, Nasrallah mengatakan bahwa Hizbullah sedang berperang melawan “kelompok ekstrimis” di Suriah.

“Kita akan menang. Kita tidak akan membiarkan Suriah jatuh,” kata dia.

Pada Mei, Hizbullah melakukan serangan besar-besaran untuk mengambil alih kota pusat al-Qusayr yang berdekatan dengan perbatasan Libanon dari pasukan oposisi.

Hizbullah kehilangan lebih dari 100 pasukan dan hampir 300 lainnya terluka pada pertempuran tersebut.

2014

Sementara pasukan Hizbullah bertempur melawan pasukan oposisi di lembah Beqaa, Idlib, Latakia dan Aleppo, milisi Syiah Hizbullah semakin menderita kerugian berat.

2015

Hizbullah semakin menjadi pendukung penting bagi rezim Suriah, tetapi Hizbullah banyak kehilangan komandan-komandan senior mereka di pertempuran. (hidayatullah.com)

0 comments: