Breaking News
Loading...

Garda revolusi Syiah Iran
Syiahindonesia.com - Para akademisi mengatakan bahwa kebijakan politik luar negeri Iran yang cenderung ekspansif dan suka mengintervensi negara lain telah menjadi penyebab krisis dan masalah regional di kawasan tersebut.

“Pengaruh Iran yang semakin meningkat di Iraq, dukungan mereka terhadap rezim Assad di Suriah, Syiah Hizbullah di Lebanon, dan Hautsi di Yaman, demikian juga hubungan dan kerjasama mereka (Iran) dengan elemen Syiah di Pakistan dan Afghanistan telah menjadi sumber masalah bagi negara-negara dan masyarakat di kawasan itu,” kata Mehmet Sahin pada hari Rabu (12/08) kemarin.

Mehmet Sahin adalah anggota asosiasi profesor dan menjabat sebagai wakil ketua sebuah lembaga kajian IST (Institute of Strategic Thinking) yang berbasis di Ankara.

Negara-negara Teluk melihat Iran sebagai sebuah negara yang membahayakan keamanan di kawasan regional mereka. Sahin menambahkan, kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada bulan Juli yang lalu antara negara Syiah tersebut dengan negara-negara penguasa nuklir dunia menjadi penyebab lain permasalahan utama di kawasan tersebut.

“Terutama Arab Saudi sangat prihatin dengan kesepakatan nuklir Iran, di mana Saudi menganggap hal itu akan semakin memperkuat posisi Iran. Penguatan Iran tersebut akan semakin meningkatkan pula campur tangan negara itu terhadap berbagai urusan dalam negeri negara-negara lain secara regional,” tambah Sahin.

Arab Saudi telah menyerukan dilakukannya restorasi sanksi PBB terhadap Iran jika di kemudian hari Iran melanggar kesepakatan-kesepakatan yang telah ditandatangani pada tanggal 14 Juli yang lalu di Wina, antara Iran dengan negara-negara Uni Eropa, lima anggota tetap DK-PBB (Cina, Perancis, Rusia, Inggris, Amerika) dan Jerman.

Destabilisasi Kawasan

Profesor Tayyar Ari, kepala departemen (HI) Hubungan Internasional pada Universitas Uludag mengatakan bahwa dugaan dukungan Iran terhadap berbagai elemen Syiah sangat berpengaruh bukan hanya terhadap perkembangan situasi di Iraq, namun juga sebagai faktor destabilisasi kawasan.

“Bukannya mencegah (faktor destabilisasi tersebut), selanjutnya Iran malah menerapkan sebuah kebijakan yang mempertinggi resiko (destabilisasi) tersebut. Menurut berbagai pendapat yang berkembang bahwa resiko ancaman Iran tersebut semakin besar karena kemapuan nuklir mereka,” kata Ari.

Menyinggung masalah kebijakan luar negeri Iran yang sudah sedemikian ekspansif di mana mereka akan selalu mengambil manfaat dari ketidakstabilan politik regional, Ari mengatakan bahwa struktur militer dan keamanan Iran memang difokuskan secara total untuk tujuan ini.

“Secara tradisional, Iran cenderung ingin memperluas daerah pengaruh dengan cara memanfaatkan dan menghasut struktur etnis dan sektarian di negara-negara lain. Dengan mempertimbangkan semua hal, kami bisa memprediksi bahwa Iran akan terus mendorong penerapan kebijakan politik luar negeri mereka, yang notabene merupakan ancaman besar bagi stabilitas regional,” tambahnya. (tabayyunnews.com)

0 comments: