Breaking News
Loading...

 Syiahindonesia.com -  Berikut bantahan ustadz Anshari Taslim, Lc:

Ini adalah tuduhan yang menunjukkan penuduhnya tidak membaca kitab Minhaj As-Sunnah dengan seksama. Silakan lihat sendiri yang termaktub dalam kitab itu jilid 4 hal. 243 – 246.

Di sana Ibnu Taimiyah memulai dengan mengetengahkan hujjah Rafidhah dalam hal ini Al-Amili yang dia bantah,

الوجه السابع أن ما ذكره عن فاطمة أمر لا يلق بها ولا يحتج بذلك إلا رجل جاهل يحسب أنه يمدحها وهو يجرحها فإنه ليس فيما ذكره ما يوجب الغضب عليه إذ لم يحكم لو كان ذلك صحيحا إلا بالحق الذي لا يحل لمسلم أن يحكم بخلافه ومن كلب أن يحكم له بغير حكم الله ورسوله فغضب وحلف أن لا يكلم الحاكم ولا صاحب الحاكم لم يكن هذا مما يحمد عليه ولا مما يذم به الحاكم بل هذا إلى أن يكون جرحا أقرب منه إلى أن يكون مدحا

Jadi, yang mengatakan Fathimah itu marah sama Abu Bakar adalah Rafidhah sementara Ibnu Taimiyah sendiri tidak sependapat bahwa Fathimah marah kepada Abu Bakar karena urusan warisan itu, malah Fathimah menerima dengan senang hati, itulah yang diyakini Ibnu Taimiyah sebagaimana dalam kalimatnya,

فهذه الأحاديث الثابته المعروفة عند أهل العلم وفيها ما يبين أن فاطمة رضي الله عنها طلبت ميراثها من رسول الله صلى الله عليه و سلم على ما كانت تعرف من المواريث فأخبرت بما كان من رسول الله فسلمت ورجعت

“Hadits-hadits yang tsabit dan terkenal ini menunjukkan bahwa Fathimah ra meminta warisannya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana yang dikenal dalam hak waris. Tapi ketika dia diberitahu bagaimana keputusan Rasulullah (ttg warisannya) akhirnya dia menerima dan pulang ke rumah.”

Mungkin ada yang tidak sependapat bahwa Fathimah menerima, tapi setidaknya itulah yang diyakini Ibnu Taimiyah, sehingga menurut Ib nu Taimiyah Fathimah marah itu adalah bualan Rafidhah. Jadi, bukan Ibnu Taimiyah yang menghina Fathimah.

Adapun penyebutan sifat munafik dalam hal ini adalah ketika Ibnu Taimiyah mengatakan,

أو ليس الله قد ذم المنافقين الذين قال فيهم ومنهم من يلمزك في الصدقات فإن أعطوا منها ورضا وإن لم يعطوا منها إذا هم يسخطون ولو أنهم رضوا ما اتاهم الله ورسوله وقالوا حسبنا الله سيوتينا الله من فضله ورسوله إنا إلى الله راغبون فذكر الله قوما رضوا إن اعطوا وغضبوا إن لم يعطوا فذمهم بذلك فمن مدح فاطمة بما فيه شبه من هؤلاء ألا يكون قادحا فيها .

“Bukankah Allah telah mengecam kaum munafik ….. (lalu disebutkan surah At-Taubah ayat 58-59).
Lihat Allah mengecam mereka karena itu, MAKA SIAPA YANG MEMUJI FATHIMAH DENGAN SIFAT YANG SAMA DENGAN PARA MUNAFIK ITU BUKANKAN DIA TELAH MENCELA FATHIMAH SENDIRI?!”

Artinya di sini Ibnu Taimiyah justru membongkar kepalsuan klaim rafidhah yang katanya memuji Fathimah tapi malah mengakibatkan seakan Fathimah seperti orang munafik, maka pujian apa itu namanya. Maka akhirnya Ibnu Taimiyahpun membantah semua itu dengan mengatakan:

فقاتل الله الرافضة وانتصف لأهل البيت منهم فإنهم ألصقوا بهم من العيوب والشين مالا يخفى على ذي عين

“Semoga Allah membinasakan rafidhah, dan semoga Allah membalas perbuatan mereka terhadap ahlul bait, karena mereka telah menyematkan sifat-sifat buruk dan tercela kepada ahlul bait itu yang tak tersembunyi bagi orang yang punya mata.”

0 comments: