Breaking News
Loading...

Tentang Syiah Indonesia, MA Sudah Putuskan Vonis
Syiahindonesia.com - Bagi tokoh Muslim Betawi Tanah Abang, Dani Anwar ada beberapa pelajaran penting dari peristiwa Suriah.

Pertama, peristiwa kekejaman penguasa Suriah tidak terjadi di Indonesia. Sebab, peristiwa itu telah menjadi musibah bagi umat Islam dalam makna banyak wanita Muslimah harus menjadi janda akibat suaminya dibunuhi Bashar Assad, terbunuhnya anak-anak dan rusaknya segala infrastruktur.

“Kita harus bersyukur, di Indonesia kita bisa bebas beribadah. Tidak ditindas seperti di Suriah. Namun, sayang pemuda-pemuda kita masih lemah untuk menjalankan shalat. Maka, saya menasehatkan untuk beribadahlah segiatnya mumpung masih damai,” katanya saat berbicara dalam Munashoroh Suriah Tanah Abang For Syam, di masjid Said Naum, Tanah Abang, Jakarta, Ahad (8/11).

Ibroh kedua, tentang Syiah Indonesia. Mayoritas umat Islam Suriah sangat bertoleransi terhadap agama Syiah. Sementara, Syiah ketika berkuasa senangnya menindas kaum Muslimin.

“Kita tidak boleh membiarkan agama Syiah membangun kekuatan di Indonesia. Saya sebut agama Syiah, karena mereka berbeda dengan Islam. Sekarang, hal itu terjadi di negeri kita,” ujar pria yang juga mantan aktivis sebuah parpol Islam itu.

Dulu, imbuh Dani, Jalaludin Rahmat tidak pernah mengaku sebagai Syiah. Sekarang, seiring perkembangan Syiah Indonesia, dia berani mengaku sebagai pemganut agama Syiah. Bahkan masuk melalui parlemen, perkembangan mereka begitu masif di Indonesia. Termasuk masif dalam penyebaran pemikiran melalui buku-buku Syiah.

“Pemerintah harus diingatkan, bahwa kalau Syiah dibiarkan akan terjadi konflik horizontal,” tegasnya.

Menurut Dani, umat Islam tidak perlu khawatir untuk menjelaskan kesesatan Syiah ke masyarakat. Sebab, secara yudisial Syiah pernah dihukum sesat oleh Mahkamah Agung dalam kasus Sampang.

“Kita tidak boleh takut dengan syiah. Dalam arti, Syiah sudah divonis (sebagai aliran sesat) oleh Mahkamah Agung dalam kasus Sampang,” tandasnya. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: