Breaking News
Loading...

Aksi umat Islam Tasikmalaya dalam rangka menolak Syiah dan Komunis
Syiahindonesia.com - Ratusan massa dari Aliansi Muslim dan Aktifis Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Warga Tasik Menolak Keras Syiah dan Komunis" di Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (23/10/2015).

Aksi yang dimulai selepas shalat Jumat itu diawali dengan orasi oleh koordinator, ustadz Asep Lugeza dari Front Pembela Islam (FPI). Asep menjelaskan tentang bahaya Syiah dan komunis serta bahayanya bagi NKRI. Aksi kemudian dilanjutkan dengan longmarch mengelilingi pusat kota Tasikmalaya.

Ketua ALMUMTAZ, Hilmy Afwan Hilmawan menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutannya terkait aliran sesat Syiah, diantaranya meminta kepada pemerintah untuk tidak memberikan izin bagi kelompok-kelompok penganut aliran sesat seperti Syiah, Ahmadiyah dan komunisme.

"Mereka telah melakukan penodaan dan penistaa agama terhadap keyakinan umat Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia," tegas Hilmy.

ALMUMTAZ menghimbau kepada pemerintah untuk menarik buku-buku Syiah yang menistakan sahabat dan istri Rasulullah apapun alasannya dan memusnahkan semua buku yang berisi fitnah dan adu domba.

"Dan meminta kepada pemerintah dalam melaksanakan ini untuk mengacu kepada fatwa-fatwa MUI pusat sebagai wadah ormas Islam yang ada di indonesia," lanjutnya.

Selain itu, ALMUMTAZ juga mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

"Karena Iran sebagai negara yang mengkspor secara masif faham Syiah ke negara-negara muslim dan berpotensi terjadinya makar sebagaimana yang telah terjadi di Iraq, Suriah, Afghanistan, Libanon, Yaman, Pakistan, dll," cetus Hilmy.

Aksi yang diikuti oleh 600 massa dari berbagai ormas dan elemen umat Islam se-Tasikmalaya itu ditutup dengan doa yang mengharukan untuk keselamatan dan kemenangan kaum Muslimin yang saat ini mendapat gempuran dari koalisi Syiah-komunis di Suriah. (jurnalislam.com/syiahindonesia.com)

Berikut beberapa dokumentasi foto aksi Umat Islam Tasikmalaya dalam menolak Syiah dan Komunis;








0 comments: