Breaking News
Loading...

Sabtu, 14 Zulhijjah 1436 H / 26 September 2015 07:06 wib
Syiahindonesia.com - Ayatullah Ali Khamenei mengeluarkan kecaman terhadap pemerintah Arab Saudi, di tuduh tidak mampu menjaga keselamatan para jamaah haji, yang sedang melakukan Jumroh di Mina.

Jumlah Jamaah dari Iran yang meninggal lebih dari 130 orang di Mina. Iran juga menuduh faktor terjadinya kekacauan  di Mina, karena rombongan atau iring-iringan Putera Mahkota, Pangeran Mohamad bin Salman.

Sekarang justru muncul dugaan  Iran mendalangi kekacauan yang terjadi di Mina, saat berlangsungnya lempar Jumroh, dan mengakibatkan banyaknya kematian. Iran sengaja mengorbankan jamaahnya, dan bertujuan membuat kacaunya ibadah haji. Sementara itu, pemerintah Arab sedang melakukan investigasi atas kejadian naas itu. 

Inilah khutbah Jum'atDR.Shaleh Abu Thalib :

"Merupakan bentuk olok-olokan yang pahit di mana orang-orang yang punya sejarah kelam dengan pembunuhan dan pengeboman di tanah suci pura-pura meratap dan meragukan usaha negara dalam memberikan pelayanan terhadap jamaah haji.

Diantara keanehan mereka yang pura-pura meratap itu adalah kenyataan bahwa merekalah yang mengirimkan pasukan milisi ke Iraq, Suriah dan Yaman untuk membunuh ribuan orang disana serta membuat jutaan manusia mengungsi.

Merekalah yang menanamkan kebencian di dalam jiwa-jiwa manusia yang tertipu dengan mereka, dan mengajari mereka syi'ar syi'ar berupa ancaman akan menyembelih 3/4 kaum muslimin.

Untukmu yang menari diatas luka, dan gembira dengan peristiwa yang terjadi, sungguh kertas taqiyah telah jatuh.

Telah nyata waktu pagi orang yang diberi dua pasang mata. Allah telah menampakkan antara yang hak dan yang batil dihadapan orang banyak.

Tidaklah hari-hari bertambah kecuali semakin membongkar kedok kalian, tidaklah peristiwa demi peristiwa terjadi melainkan semakin menambah kepahitan bagi kalian, nantikanlah hal-hal yang menggembirakan bagi kaum muslim dan menyedihkan bagi kalian. Dan (saat itu) hilanglah segala kekalutan dari dari kaum muslimin".

Demikian pernyataan DR. Sholeh Alu Thalib dalam khutbah yang disampaikan Jumat siang,(25/9/2015) di Masjidil Haram. (voa-islam.com/syiahindonesia.com)

0 comments: