Breaking News
Loading...

Foto Jenazah Khumaini yang nyaris telanjang akibat dikroyok pengikutnya
Syiahindonesia.com - Laknat dan caci-maki Syiah ternyata tidak hanya mengarah kepada ‘musuh-musuh’ mereka yang hidup, kebencian yang memuncak mendorong mereka untuk juga melaknat ‘para musuh’ yang sudah tiada. Syekh Syiah, Muhammad bin Muhammad bin an-Nu’man, yang di beri gelar al-Mufid di kalangannya, dalam kitab al-Muqni’ah, berkata sebagai berikut:

لَا يَجُوْزُ لأَحَدٍ مِنْ أَهْلِ الإِيْمَانِ أَنْ يُغَسِّلَ مُخَالِفًا لِلحَقِّ فِي الوِلَايَةِ وَلَا يُصَلِّي عَلَيْهِ إِلَّا إِنْ تَدْعُوْهُ ضَرُورَةٌ إِلَى ذَلِكَ مِنْ جِهَةِ التَّقِيَّةِ فَيُغَسِّلُهُ تَغْسِيلَ أَهْلِ الخِلَافِ… وَإِذَا صَلَّى عَلَيْهِ لَعَنَهُ وَلَمْ يَدْعُ لَهُ فِيْهَا.

“Orang yang beriman tidak boleh memandikan mayat orang yang menyalahi kebenaran dalam masalah wilayah dan tidak boleh menyolatinya, kecuali dalam keadaan terdesak dan dituntut untuk menerapkan konsep taqiyah, maka mandikanlah (mayat itu) layaknya memandikan mayat-mayat yang bukan dari golongan kita… Dan ketika menyolatinya (Ahlussunnah), maka laknatlah ia dan jangan sampai mendoakannya dengan kebaikan.”[3]

Selain itu, dalam salah satu kitab primer dan termasuk di antara kitab yang di anggap paling shahîh dikalangan mereka, Man lâ Yahdhuruhû al-Faqîh (juz 1, hlm. 105), juga dijelaskan:

إذَا صَلَّيْتَ عَلَى عَدُوِّ اللهِ فَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنَّا لَا نَعْلَمُ مِنْهُ إِلَّا أنَّهُ عَدُوٌّ لَكَ وَلِرَسُوْلِكَ. اللَّهُمَّ فَاحْشُ قَبْرَهُ نَارًا وَاحْشُ جَوْفَهُ نَارًا وَعَجِّلْ بِهِ إلَى النَّارِ فَإنَّهُ كَانَ يُوَالِي أعْدَائَكَ وَيُعَادِي أوْلِيَاءَكَ وَيَبْغَضُ أهْلَ بِيْتِ نَبِيِّكَ. اَللَّهُمَّ ضَيِّقْ عَلَيْهِ قَبْرَهُ.

“Apabila kalian menshalati musuh Allah Swt. (Ahlussunnah) maka berkatalah: ya Allah, kami tidak mengetahui tentang dia selain dia adalah musuh bagi-Mu dan Utusan-Mu. Ya Allah, penuhilah kuburan dan perutnya dengan api, cepatkanlah dia masuk ke dalam neraka, sebab dia telah mengasihi musuh-musuh-Mu dan memusuhi para kekasih-Mu serta membenci Ahlul Bait Nabi-Mu. Ya Allah sempitkanlah kuburanyya.”

Redaksi ini juga dikutip oleh beberapa tokoh Syiah dalam kitab-kitab mereka, seperti al-Hur al-‘Âmilî dalam Wasâ’il asy-Syî’ah (juz 2, hlm. 77), al-Bahrani dalam kitab al-Hadâ’iq (juz 10, hlm. 414), dan an-Najafi dalam al-Jawâhir (juz 12, hlm. 49).

[3] Lihat, Muhammad bin Muhammad bin an-Nu’man al-Mufid, al-Muqni’ah, hlm. 85.

0 comments: