Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kami merupakan pendatang baru di Kota Sorong, Papua Barat. Saya ditugaskan oleh kantor untuk bertugas di kota minyak ini. Saat ini kami tinggal di kontrakan di salah satu pemukiman di sorong, tepatnya di Komplek BTN, Kilo 9,5.

Di komplek ini, ada tempat belajar Al-Quran bernama TPA Al-Mahdy. Saya agak ragu untuk memasukan anak kami di TPA dengan nama Imam yg ditunggu2 kedatangannya baik kalangan Ahlussunnah maupun Syiah. Ini bukan berarti kami tidak mengimani Imam Akhir Zaman yang dikhabarkan oleh Rasulullah, melainkan karena kekhawatiran kami TPA tsb terindikasi Syiah yang selalu mengelu2kan kedatangan Imam Mahdi.

Namun, karena tidak ada TPA yg dekat dr tempat tinggal terpaksa kami mendaftarkan anak kami di TPA tsb. Pada saat registrasi, istri saya yg mengantar anak saya membayar uang administrasi sebesar Rp 50.000′-. Lalu dari uang pendaftaran itu anak kami diberikan baju koko sebagai seragam yg kami perkirakan harganya di atas 100rb.. apalagi di Sorong ini semuanya serba mahal. Pas pulang kerja saya tanyakan ke istri “kok bisa dapat baju yg harganya lebih mahal drpd uang pendaftaran”. hal ini menambah kecurigaan saya.

Besoknya, istri yg mengantarkan anak mengaji melihat kaligrafi yg tidak umum. Diam2 istri memoto kaligrafi tersebut dan mengirim gambarnya melalui bbm ke saya. Ternyata, kaligrafi tersebut bertuliskan Ali dan Fathimah Radhiallahu ‘anhuma. Di sisi kiri dan kanannya ada nama2 imam 12 syiah. Di bawahnya bertuliskan hadits tentang 2 pusaka peninggalan Nabi, yakni Kitabullah dan Ahlibait. Di Bawahnya lagi ada penjelasan tentang 12 iman yg merupakan KHALIFAH dari keturunan Bani Hasyim atau Quraisy.

Kami tambah yakin bahwa TPA tersebut milik orang Syiah. Ditambah lagi bayi pemilik TPA tersebut dinamakan Husen dan sepupunya bernama Salman. (Lagi2 bukan berarti kami antipati terhadap cucu Nabi yg bernama Husen dan Sahabat Nabi yg bernama Salman). Saya minta ke istri agar menanyakan ke pengajar (adik pemilik TPA) apakah benar TPA ini milik Syiah.

Pengajar perempuan itu langsung kaget dan kikuk karena taqiyahnya terbongkar. Dia bilang pengajian ini sama seperti umumnya. Tapi istri menegaskan kembali kalau yg ditanyakannya adalah pemilik TPA tsb Syiah atau bukan.. pengajar tersebut keceplosan dan bilang “Sepertinya (syiah)” dg posisi kepala tertunduk.

Akhirnya kami menarik anak kami untuk tidak mengaji di TPA tsb. Namun, yg kami khawatirkan adalah nasib anak2 lain yg jumlahnya hingga mencapai 50 orang akan didoktrin ajaran Syiah sedikit demi sedikit dan ditanamkan kebencian kepada para Sahabat dan Istri Nabi, serta diajarkan laknat dan makian kepada manusia2 mulia tsb.

Kami mohon masukannya, dikarenakan kami masih baru di sini agar generasi kita tidak tersesat ke dalamnya. (gensyiah.com/syiahindonesia.com)

Sumber akun fb : Uswah


0 comments: