Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pemerintah kotamadya Teheran dan aparat keamanan kota menghancurkan sebuah bangunan yang digunakan minoritas muslim di Teheran untuk beribadah, pada hari Rabu 29 Juli 2015.

Dilansir dari situs resmi milik ahlussunnah di Iran, SunniOnline dikutip MiddleEastUpdate mengatakan bahwa penghancuran ruangan ibadah milik ahlussunnah di wilayah Poonak, Teheran ini dilakukan oleh petugas dari pemerintahan kotamadya Teheran dengan penjagaan super ketat puluhan aparat kepolisian rezim.

Beberapa sumber lokal mengatakan sebelum penghancuran dilakukan, aparat menyita telefon genggam dan alat komunikasi sejenis milik warga sekitar dan mengembalikannya setelah bangunan tersebut berhasil dihancurkan.

Ruangan untuk ibadah ahlussunnah ini pernah dikunci pada bulan januari 2015 selama beberapa minggu, kemudian dibuka kembali hanya untuk sholat 5 waktu dan tidak diperbolehkan digunakan untuk sholat jum’at dan sholat ‘Idul Fitri.

Ulama ahlussunnah terkemuka di Iran, Syeikh Abdul Hamid mengkritik keras tindakan penghancuran ruang ibadah ini, beliau meminta rezim Iran bertanggung jawab secepatnya atas tindakan brutal yang sudah kerap kali terjadi terhadap minoritas ahlussunnah di Iran.

Dengan menuliskan surat terpisah untuk Ayatollat Khomeini dan presiden Rouhani, beliau mengatakan bahwa tindakan pembongkaran dan penghancuran ini sangat mendadak dan membuat warga muslim sekitar resah.

Perlu diingat bahwa di Teheran tidak ada Masjid untuk ahlussunnah, mereka hanya diperbolehkan beribadah di beberapa rumah saja. (antiliberalnews.com/syiahindonesia.com)

0 comments: