Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pemimpin Houthi di Sana’a pada hari Minggu mengumumkan keadaan darurat di ibukota, hal ini disebabkan posisi pasukan pro Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi semakin dekat, sekitar 80 mil (125 kilometer) dari ibu kota.
“Dewan Revolusi Huthi” , yang didirikan oleh Iran, mengumumkan keadaan darurat di Sana’a mulai dari 10:00 pada hari Minggu, seperti dilansir Asharq Al-Awsat dikutip Middle East Update.

Sebuah sumber politik Yaman mengatakan kepada Asharq Al-Awsat keputusan ini menunjukkan Huthi ” merasa takut kepada Perlawanan Rakyat [Pro-Hadi] , yang didukung oleh serangan udara yang dipimpin Saudi, karena akan segera mencapai Sana’a.”

Sumber, yang dirahasiakan identitasnya, menambahkan bahwa unit stop-and-search kini telah dibentuk oleh milisi Houthi di seluruh ibukota, yang telah mereka kendalikan sejak September 2014.

Sumber militer Yaman mengatakan mereka mengharapkan “kudeta” di Sana’a oleh pasukan yang setia kepada mantan presiden terguling Ali Abdullah Saleh, khususnya dari Pengawal Revolusi Yaman yang sebelumnya dipimpin oleh putra Saleh, Ahmed.

Perpecahan telah terjadi antara Saleh dan Huthi karena perebutan kendali atas wilayah tertentu di Yaman serta kekalahan Houthi di banyak pertempuran, sumber mengatakan.

Selain Iran, Huthi telah mendapat dukungan dari pasukan-Pro Saleh, yang membantu Houthi mengambil alih Sana’a dan wilayah lain dari negara itu sejak September 2014.

Keadaan darurat di Sana’a diumumkan karena Perlawanan Rakyat, yang didukung oleh serangan udara yang dipimpin Arab Saudi berhasil merebut kembali pusat provinsi pada hari Minggu. Distrik paling utara provinsi yang terletak sekitar 80 mil dari selatan Sana’a.

Brig. Jenderal Abdullah Al-Subaihi, seorang komandan senior Perlawanan Rakyat, mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa rencana untuk membebaskan Sana’a sudah di siapkan dan diharapkan akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, pasukan pro-Hadi mulai mengkonsolidasikan cengkeraman mereka di selatan negara itu. Perlawanan Rakyat merebut kembali kota Zinjibar, ibukota provinsi Abyan selatan, dari kontrol Houthi pada hari Minggu, sumber dari Perlawanan Rakyat mengatakan kepada Asharq Al-Awsat.

Pasukan Pro-Hadi kini menguasai sebagian besar provinsi, dan baru saja merebut Lahj selatan, Aden, dan provinsi Al-Dalea. (antilliberal.news.com/syiahindonesia.com)

0 comments: