Breaking News
Loading...

Kamera Drone Bashar Asad
Syiahindonesia.com - Sebuah akun twiter yang dikenal milik kelompok Jabhah Nusrah di Latakia merilis kabar jatuhnya sebuah drone milik rezim Bashar Asad. Posting dirilis pada 21 Juli 2015, mengabarkan keberhasilan kelompok pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani itu merontokkan pesawat tanpa awak tersebut di daerah Jabal Akrad, Latakia.

Akun tersebut juga merilis foto-foto puing pesawat tersebut. Menariknya, saat diperlihatkan bagian kamera pengintai, terlihat keterangan bahwa kamera tersebut dibuat di Indonesia dengan merk Olympus. Faktor kebetulan bisa saja terjadimengingat banyak pabrik kelas dunia yang memproduksi barang-barang elektronik di Indonesia.

Berdasarkan tulisan yang tertera, kamera tersebut berjenis TG-310. Jenis tersebut merupakan model kamera saku. Dari jenis kamera yang ditanam tersebut, agaknya drone tersebut difungsikan sebagai pemindai posisi musuh dan memandu artileri dengan jarak sekitar 1-2 Km dan dioperasikan cara terbang rendah. Karena terbang tidak terlalu tinggi,  indera yang ditanam pun hanya kamera dengan resolusi biasa. Karenanya pula, mudah dirontokkan dari darat.

Ini berbeda dengan done yang bersifat long range-long endurance semacam Predator atau Reaper yang mampu terbang hingga ribuan kilometer dan terbang tinggi dalam jangka waktu lama. Drone seperti ini dilengkapi dengan penginderaan yang lebih canggih, sehingga mampu menargetkan personal secara rinci sebagaimana yang digunakan AS untuk memburu Al-Qaidah di Yaman dan Taliban di Afghanistan.

Bagaimanapun, temuan ini langsung menjadi pembicaraan yang cukup hangat di media sosial. Salah satu pemirsa berkomentar, “Drone kok pake kamera saku.” Sementara yang lain menimpali, “Mungkin nemu di FJB Kaskus.”

Yang pasti foto tersebut memperkaya “keterkaitan” Indonesia dalam perang yang berkecamuk di Suriah. Hanya saja bila sebelumnya dipenuhi foto-foto jihadis asal Indonesia, foto ini berbicara sesuatu yang agak berbeda. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

Berikut foto kamera Drone milik Asad:



0 comments: