Breaking News
Loading...

Tajul Muluk (dedengkot Syiah Sampang) di kawal kepolisian
Syiahindonesia.com - Tiga tahun pasca pecah bentrok antara penganut kelompok sesat Syiah dan Ahlud Sunnah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Untuk pertama kalinya dedengkot Syiah Sampang, Tajul Muluk pulang ke kampung halamannya di Dusun Nangkernang.

Kepala Satuan Intel, Kepolisian Resor Sampang, Ajun Komisaris Agus Sutanto membenarkan kepulangan Tajul Muluk tersebut. Tapi, kata dia, kepulangan Tajul yang sempat dihukum karena kasus penistaan agama itu bukan untuk menetap. "Dia pulang untuk mengurus administrasi kepindahan kependudukan," katanya, saat diminta konfirmasi, Rabu, 1 Juli 2015, lansir tempo.co ((2/7/2015).

Tajul Muluk, kata Agus, pulang ke Nangkernang pada 22 Juni 2015 lalu. Kepulangannya pun tidak lama. Setelah urusan administrasi kependudukan selesai Tajul langsung bertolak ke Jakarta, tempat tinggalnya saat ini setelah bebas dari penjara. "Kami menyarankan agar cepat kembali setelah urusannya selesai," ujar dia.

Meski diketahui oleh beberapa warga, Agus mengatakan kepulangan Tajul Muluk alias Ali Murtadho tidak menimbulkan gejolak atau amarah warga. "Situasi tetap kondusif karena hanya pulang sebentar," kata dia lagi.

Adapun konflik antara Islam sunni dan syiah di Dusun Nangkernang terjadi pada agustus 2012 lalu bersamaan dengan hari raya Idul Adha. Konflik yang menyorot banyak perhatian ini pecah tatkala muslim Ahlus Sunnah di Sampang sudah gerah dengan dakwah Tajul Muluk yang mengajarkan doktrin Syiah kepada para jama'ahnya, seperti celaan kepada para Sahabat. (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: