Breaking News
Loading...

Penganut Syaih Hauthi Yaman
Syiahindonesia.com - Pemerintah Amman telah menolak beberapa permintaan dari Iran agar kelompok-kelompok pelancong reliji dari negeri Syiah itu diperbolehkan melakukan wisata ziarah di Kerajaan Yordania, kata seorang pejabat pemerintah.

Menteri Wakaf dan Urusan Islam Hayel Dawud mengatakan kepada Jordan Times hari Ahad (7/6/2015) bahwa pejabat di Teheran telah membuat beberapa kali permintaan “lisan” untuk meningkatkan hubungan dengan Kerajaan Yordania, termasuk dalam bidang wisata ziarah (wisata reliji).

Dawud mengatakan tahun lalu Iran lima kali meminta agar kelompok-kelompok wisatawan ziarah diperbolehkan berkunjung ke makam-makam para sahabat Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam di Mazar Selatan di Karak. Semua permintaan itu ditolak oleh pemerintah Amman.

“Jawaban kami adalah bahwa kami menyambut baik hubungan yang lebih baik, tetapi masalah wisata reliji tidak mungkin, dikarenakan ketegangan sektarian yang sedang terjadi di kawasan ini,” kata Dawud.

Lebih lanjut dikatakan Dawud bahwa Iran sangat ingin menyelenggarakan kunjungan wisata secara reguler ke makam-makam dan tempat-tempat yang mereka keramatkan di Karak, bagian selatan Yordania, yang berjarak sekitar 150 kilometer arah selatan ibukota Amman.

Pejabat-pejabat Iran, termasuk mantan duta besarnya untuk Yordania, berulang kali mengatakan Teheran berkeinginan kuat untuk meningkatkan hubungan bisnis dengan pemerintah Amman, termasuk memasok kebutuhan minyak Yordania selama 30 tahun dengan imbalan orang-orang Syiah diperbolehkan berwisata ziarah ke negeri itu.

Daerah Mazar Selatan memiliki arti sejarah penting bagi umat Islam. Pada tahun 629 Masehi atau 8 Hijriyah, di dekat kampung bernama Mu’tah di dekat Sungai Yordan terjadi pertempurn besar antara pasukan Muslim dengan tentara kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) atau Basra. Komandan-komandan pasukan Muslim syahid dalam pertempuran itu, seperti Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Para sahabat Rasulullah SAW yang gugur di medan pertempuran dimakamkan di sana.

Menurut para pejabat di Mazar Selatan, wisatawan yang datang ke daerah itu berasal dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, Afrika Selatan, Thailand, Singapura, Turki, Australia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Libanon, Suriah dan Iraq.

Pada tahun 2014, sekitar 30.000 orang dari berbagai negara mengunjungi makam dan tempat-tempat bersejarah di sana. (hidayatullah.com/syaihindonesia.com)

0 comments: