Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Menjelang bulan Ramadhan, umat Islam patut berbangga dan berbahagia di hari kedatangan bulan yang penuh berkah. Namun tidak oleh beberapa saudara kita jama'ah masjid di Kawasan Cipete.

Ada pemandangan miris bagi Ummat Islam di Jakarta, tepatnya di Jl. H. Tholib, Cipete Utara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dikepung oleh tembok beton, layaknya Gaza yang diblokir “Israel”.

Masjid Al-Futuwwah ini tidak memiliki akses bagi masyarakat untuk keluar-masuk kesana. Akibat pengepungan oleh tembok itu, warga yang biasa mengaji menjadi kesulitan. Bahkan anak-anak dan nenek renta harus melompati pagar tinggi untuk mencapai masjid itu, sebagaimana dilaporkan Anti Liberal News, Selasa (16/6/2015).

Bereaksi akan hal tersebut, akun Twitter Pejuang Subuh Tanggerang mengampanyekan tanda pagar Gaza in Jakarta (Twitmob). Dengan demikian, akan lebih banyak masyarakat aware akan dampak dari tindakan sewenang-wenang pihak pemblokir terhadap Masjid itu.

“Banyak bocah sering jatuh dari tembok tinggi dan berlapis duri hanya karena ingin mengaji #GazaInJakarta ,” menurut kicauan dari Akun Pejuang Subuh Tanggerang @PejuangSubuhTNG.

Aksi Twitmob ini cukup ramai, bahkan diikuti oleh Senator dari DPRD DKI, Fahira Idris. ” Lihat.. betapa kejam yg memasang kawat berduri & kaca beling hanya u/ menghalangi orang pergi ke masjid. Laknatullah #GazaInJakarta ,” kicau @Fahiraidris .

Selain Fahira Idris, Twitmob ini juga diikuti oleh berbagai akun komunitas Islam terkemuka di Indonesia lainnya.

Menurut pengurus Masjid Al-Futuwwah, pihak yang melakukan pengepungan ini merupakan salah seorang tokoh media siar Syi’ah Indonesia, Ichsan Thalib, direktur P.T. FIM Jasa Eka Tama (Radio Rasil 720 KHz). Sementara warga setempat yang merasa terdzolimi dan diperlakukan dengan arogan oleh Ichsan, sebelumnya telah meminta kepada pemerintah agar dijadikan RTH (Ruang Terbuka Hijau), dengan harga penjualan tanah sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) melalui sebuah petisi.

Qodarullah, petisi yang diterbitkan 4 bulan lalu itu belum memenuhi target jumlah penandatangan yang memadai. Oleh karena itu, M. Sanwani Na’im, pengurus masjid dan Pesantren Yatim Piatu-Dhu’afa BSC Al-Futuwwah, kembali mengemukakan petisinya, dan memohon dukungan masyarakat dan pejabat berwenang untuk menyelesaikan penindasan dan kezoliman ini. (Klik link petisi tersebut.)




(arrahmah.com/syaihindonesia.com)

0 comments: