Breaking News
Loading...

Selasa, 6 Ramadhan 1436 H / 23 Juni 2015 08:27 wib
Syiahindonesia.com - Pengamat Gerakan Komunis di Indonesia Ustadz Alfian Tanjung berkesempatan menyampaikan data dan fakta gerak langkah komunis di Indonesia di depan Wakil Ketu DPR Fadhli Zon pada Jumat (19/6/2015) lalu di gedung DPR.

Dalam acara tersebut, Ustadz yang juga menjadi Taruna Muslim ini dengan gambling dan nyata bahwa gerakan komunis di nusantara itu adalah sebuah hal yang nyata bukan sekedar Utopia semata.

Berkali kali Ustadz Alfian Tanjung menegaskan, bahwa bangsa Indonesia kali ini sedang di ancam dengan dua musuh besar bangsa baik secara budaya dan secara pemahaman agama, yaitu kebangkitan gerakan komunis yang kian terang terangan dan gerakan syiah yang sangat massif.

"Jadi kebangkitan PKI, kemudian masifnya gerakan Syiah dan lainnya yang membahayakan bangsa dan negara tidak tercover dengan baik," pungkasnya.

Beberapa hal yang di sampaikan kepada Fadhli zone saat itu diantaranya adanya upaya pencaplokan tanah rakyat secara sistematis. Informasi tersebut ia dapatkan saat keliling daerah dalam dua-tiga bulan terakhir.

 "Di Kabaputan Majalengka, 68 persen sertifikat tanah sudah di tangan kaum China dan misionaris. Di Ponorogo 75 persen, saya coba mendatangi pemda dan ulama-ulama disana. Kemudian di Tangerang, kebetulan saya majelis syuro forum majelis taklim disana, sudah 84 persen sertifikat tanah juga dikuasai oleh China dan misionaris" ujarnya.

 "Di Bayah, ribuan orang China yang konon penampilannya tidak mencerminkan orang berpendidikan, mereka buang air besar dan kecil sembarangan, itu siapa yang mendatangkan?" tambah Ustaz Alfian.

 Ketua Taruna Muslim itu menambahkan, pada pertemuan di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu perwakilan perdana menteri Cina mengungkapkan akan adanya bantuan 50 milyar dollar dengan kompensasi diantaranya 10 juta orang Cina yang boleh masuk ke Indonesia dengan berbagai profesi.di lansir dari SI

 Bangsa Indonesia wajib mengantisipasi dari ancaman ini semua, agar Indonesia tetap menjadi negeri Ahlus Sunah Waljamaah. [Protonema/SI/voa-islam/syiahindonesia.com]

0 comments: