Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Ahrar Syam, salah satu kelompok Islam yang bergabung dalam operasi Perang Kemenangan untuk membebaskan Jisr Syughur akhir April lalu, menangkap milisi Syiah Nushairiyah yang mencoba mengelabui mereka dengan beberapa cara. Pertama, ia menyamar sebagai pejuang Jabhah Nusrah. Hal itu dilakukan dengan memakai ikat kepala bertuliskan Jabhah Nusrah.

Abu Ahmad, salah satu pemimpin Ahrar Syam, ketika diwawancarai relawan media di lapangan, Hadi Abdullah, mengatakan bahwa pada awalnya ia mengaku bergabung dengan Jabhah Nusrah di bawah kepemimpinan Abu Zaid. Namun tidak bisa menjawab, ketika ditanya siapa Abu Zaid.

Untuk mengetahui lebih lanjut siapa sebenarnya milisi tersebut, Abu Ahmad menanyakan tentang waktu-waktu shalat dan juga shalat jenazah. Namun pria tersebut tidak tahu jawabannya. Maka kemudian, ia digelandang ke markas, dan semua amunisi yang dibawanya dilucuti oleh Ahrar Syam.

Abu Ahmad juga menjelaskan dalam rekaman video yang diunggah di Youtube, bahwa pria yang belakangan diketahui sebagai milisi Syiah Nushairiyah itu juga memakai pakaian wanita sebagai pakaian rangkap. Ini menunjukkan bahwa ia telah mempersiapkan cara lain untuk mengelabui para pejuang.

Karena itulah, Abu Ahmad mengingatkan para pejuang yang bertugas di pos-pos penjagaan untuk tidak tertipu oleh penampilan luar. Sebab, banyak orang yang menyamar dengan memakai pakaian perempuan atau mengaku dari Jabhah Nusrah atau faksi lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gabungan pejuang oposisi dan kelompok-kelompok Islam telah membebaskan Ibukota Provinsi Idlib secara keseluruhan, dan berlanjut ke Jisr Syughur pada akhir April 2015 lalu. Beberapa milisi pendukung rezim bersembunyi di rumah-rumah dan melakukan penyamaran untuk melarikan diri. (Agus Abdullah/kiblat.net/syiahindonesia.com)

Berikut videonya:

0 comments: