Breaking News
Loading...

Kajian Islam yang bertemakan “Mewaspadai Pengaruh Syiah” terus bergema di seluruh daerah Indonesia. Kali ini, Tabligh Akbar yang diadakan oleh sejumlah Ormas Islam di Sukoharjo seperti Muhammadiyah, NU, MTA, FKAM, DDII dan lainnya itu dihelat pada hari Ahad (12/4) pagi waktu setempat.

Selaku pembicara dalam Tabligh Akbar yang berada di Masjid Agung Baiturohmah tersebut adalah perwakilan MUI Sukoharjo yakni Ustadz Sholahuddin Sirizar MA -mudir ponpes Imam Syuhodo- dan juga KH Habib Zein Al-Kaff dari MUI Jawa Timur.

Antusiasme dari ribuan masyarakat yang hadir terlihat ketika Habib Zein menyemangati jamaah dengan pekikan takbir dan disambut oleh hadirin dengan takbir serupa hingga memeriahkan acara. Sebagaimana dinyatakan Anang Rahmat kepada lasdipo.

KH Habib Zein Al-Kaff adalah tokoh NU dari Jawa Timur yang telah lama memperingati masyarakat Islam di Indonesia dari bahaya laten aqidah Syiah di Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya yayasan, pendidikan dan penerbit buku yang menggiring opini masyarakat menuju agama Syiah.

Pengurus MUI wilayah Jawa Timur itu mengawali pembicaraannya dengan membagi Syiah menjadi 3 golongan yaitu Syiah Zaidiyah, Ismailiyah dan Imamiyah. Semuanya adalah sesat lagi menyesatkan. Syiah yang disinyalir paling ringan kesesatannya adalah Zaidiyah yang berada di Yaman, namun saat ini mereka terus mengadakan kerjasama dengan Syiah Imamiyah yang ada di Iran.

“Salah satu sempalan dari Zaidiyah ini ada yang namanya Jarudiyah. Mereka berada di utara Yaman dan kini menamakan diri sebagai Houtsi. Namun mereka berbeda dari Zaidiyah yang dahulu karena dalam pemahamannya telah tercampur Imamiyah Iran dan jadilah mereka seperti Syiah yang lainnya”, tuturnya dalam Tabligh Akbar di Sukoharjo.

Beliau juga menghimbau bahwa peran serta para ulama’ dan masyarakat itu penting untuk menghalau paham Syiah yang disinyalir terus berkembang. “Bila para ulama’ diam dan tidak mengungkap kemungkaran mereka, maka aqidah Syiah akan terus berkembang hingga dapat merusak Agama dan bangsa”.

Beliau menunjuk bahwa poros Syiah dunia ada di Iran. Negara yang secara resmi menganut aqidah kufur yakni Imamiyah Itsna ‘Asyariayah. Dan dari sanalah da’i-da’i agama Syiah bermunculan dan tersebar di di negara muslim untuk meracuni fikiran umat.

“Mereka memiliki strategi untuk menyesatkan umat Islam dengan membuat banyak beasiswa ke Iran, apalagi kultur masyarakat Indonesia senang dengan namanya beasiswa”, ungkap beliau menerangkan salah satu tipu muslihat Syiah.

Tokoh NU ini juga memberikan warning kepada umat Islam bahwa yang menjadi salah satu ciri dari Syiah di Indonesia adalah mereka sering membela Iran, Khumaini dan tokoh-tokohnya. Dan mereka telah banyak merasuki pemikiran-pemikiran tokoh terkemuka Ormas Islam seperti Muhammadiyah serta NU.

“Mereka membuat Yayasan, merasuki ormas Islam, mendekati para pejabat, mendirikan sekolah dan mendapat bantuan tersembunyi dari Iran.” Ungkapnya membeber cara Syiah berbaur dengan umat Islam di Indonesia.

Habib menyebut Syiah adalah agama yang bukan dari Islam karena banyak dari keyakinannya bertolak belakang dari agama. Khomaini yang menjadi tokoh Syiah Iran dinyatakan oleh beliau telah keluar dari Islam karena penyimpangan ekstrim yang dibuatnya. Salah satu yang menjadi bukti kemurtadannya adalah adanya pernyataan bahwa Nabi Muhammad telah mengkhianati Allah dengan menyembunyikan wahyu dan hal itu menjadi pokok keyakinan orang Syiah.

“Mereka memusuhi Jibril -sebagaimana Yahudi memusuhinya-, karena anggapan mereka Jibril  adalah tukang pos yang salah sasaran dalam menyampaikan wahyu,” tegasnya, “oleh karena itu dalam rukun imannya, orang-orang Syiah tidak mengimani para malaikat”.

Selanjutnya, salah satu yang menjadi strategi Syiah untuk mengelabuhi umat Islam Indonesia adalah ajakan berukhuwah Islamiyah. “Sebenarnya tak ada yang salah dalam ukhuwah itu, namun….” ungkap beliau, “ketika yang mengajak itu adalah orang yang telah menghina ribuan sahabat Nabi dan menganggap istri Nabi telah berbuat serong, maka pantaskah umat Islam diam dan menyambut ajakan mereka dengan dalih toleransi ?” tungkasnya yang disambut dengan riuh takbir hadirin.

Acara yang berlangsung hampir tiga jam tersebut berlangsung tertib dan lancar. Sejumlah laskar dari beberapa ormas Islam terlihat berjaga-jaga untuk menertibkan acara. Tak ketinggalan juga beberapa polisi terlihat ikut mengatur kelancaran arus lalu lintas di jalan Sukoharjo-Wonogiri. (Lasdipo.com/syiahindonesia.com)

0 comments: